Blog

Blog EntryManisan KeramahanMay 28, '08 11:53 PM
for everyone

Posted by: resonansi_2002

 

Di tengah kehidupan globalisasi yang semakin sarat dengan persaingan dan tantangan seperti sekarang tidak hanya dibutuhkan usaha keras tetapi juga cerdas untuk dapat bertahan atau meningkatkan prospek bisnis maupun kualitas kehidupan kita. Bersikap ramah merupakan alternatif yang cerdas untuk kita pergunakan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Berikut ini beberapa manfaat dari keramahan diantara segudang manfaat lainnya.

 

Mendapatkan kondisi jasmani sehat merupakan salah satu manfaat dari bersikap ramah. Karena tersenyum sebagai bentuk keramahan ternyata dapat merangsang produksi hormon serotonin dan memacu produksi sistem kekebalan tubuh. Hormon tersebut membantu menjadikan kita lebih sehat, segar, dan tenang sehingga memungkinkan kita melakukan banyak aktifitas produktif. Sebaliknya, sikap cemberut dan ketus atau marah memicu produksi hormon-hormon yang bersifat meracuni tubuh sehingga mengurangi tingkat kesehatan kita.

 

Keramahan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kesehatan juga dikarenakan keramahan tidak memerlukan banyak energi. Sebaliknya, bersikap tidak ramah atau ketus dan cemberut memerlukan gerak banyak otot, sehingga dapat menguras energi. Tubuh akan terasa lebih cepat letih dan sakit. Itulah mengapa bersikap tersenyum ramah sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan, karena terbukti efisien dan efektif.

 

Sementara itu, senyum dan sapa yang ramah dapat mendorong keinginan orang lain untuk kembali bertemu atau terus berdekatan dengan Anda. Mereka melakukan hal itu karena merasa lebih nyaman dengan keramahan sikap Anda. Itulah mengapa keramahan dinyatakan sebagai langkah sikap yang dapat menimbulkan kesan mendalam dan tidak terlupakan, meskipun mungkin pertemuan yang terjadi cukup singkat atau sudah berlalu cukup lama.

 

Keramahan juga sudah terbukti mampu meningkatkan daya tarik seseorang. Jadi, jangan berkecil hati memiliki penampilan yang biasa-biasa saja. Lengkapi penampilan Anda dengan senyum dan keramahan yang tulus dari dasar hati. Niscaya keramahan menjadikan Anda memiliki daya tarik paling memikat bagi siapa pun.

 

Sebagaimana diketahui bahwa kemampuan mengendalikan emosi mendatangkan banyak keuntungan dalam kehidupan kita. Bersikap ramah dengan bersikap santun dan hormat kepada siapa pun merupakan latihan yang sangat efektif untuk meningkatkan kecerdasan mengendalikan emosi. Semakin Anda sering berlatih mengendalikan emosi, maka Anda akan semakin mudah memetik keuntungan dalam berbagai situasi sesulit apa pun.

 

Kelembutan dalam keramahan sikap laksana guyuran air es dingin mematikan panas api yang berkobar. Kekakuan atau kemarahan dapat luluh seketika oleh keramahan yang Anda berikan setulus hati. Keramahan yang tulus ikhlas tak jarang menumbuhkan kesetiaan untuk menjaga hubungan tetap terjalin indah dan saling memberikan manfaat.

 

Keramahan juga berguna untuk meningkatkan prospek bisnis, meskipun di tengah situasi ekonomi global semakin lesu dan persaingan yang semakin kuat seperti saat ini. Keramahan dalam pelayanan mengistimewakan nilai dari produk yang Anda tawarkan. Dalam hal ini kita dapat belajar dari kesuksesan rumah makan Mamink Daeng Tata di Jakarta.

 

Rumah makan yang didirikan H. Mamink sejak tahun 1993 itu tidak sekadar menyuguhkan makanan yang mengesankan di lidah. Menurut Hendri Adnan, Relationship Manager Resto Mamink Daeng Tata, keistimewaan rumah makan tersebut adalah layanan manis pemilik dan semua karyawanan. Mereka tidak segan-segan menyapa bahkan mengantarkan tamu sampai ke mobil.

 

Demi memelihara keakraban dan kesetiaan para tamu, pihak rumah makan tersebut juga tidak segan mengirim SMS kepada para pelanggan yang sudah lama tidak berkunjung. Alhasil, rumah makan yang sederhana itu setiap hari selalu ramai pengunjung. Bahkan tak jarang para pengunjung harus rela bersabar untuk mendapat tempat.

 

Berbagi dengan orang lain tidak harus selalu sama dengan pengorbanan materi. Bersikap ramah adalah cara yang paling mudah sekaligus murah untuk berbagi. Cobalah tersenyum manis sambil menyapa dengan sopan dan lembut, niscaya itu merupakan amal baik Anda yang disukai banyak orang tak mudah dilupakan.

 

Keramahan tidak akan menyebabkan efek samping yang mematikan kecuali manfaat yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan, hubungan sosial, bisnis, spiritual, dan lain sebagainya. Nikmat manisnya keramahan tentu saja berbeda dengan manis gula yang dapat menyebabkan diabetes, kebutaan, dan penurunan fungsi organ dalam tubuh lainnya. Beberapa manfaat keramahan tersebut di atas terasa begitu manis seumpama manisan, jadi jangan buang waktu lagi untuk segera menikmatinya.[aho]

 

Sumber: Manisan Keramahan oleh Andrew Ho, seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.


Blog EntrySuccess May 28, '08 10:58 PM
for everyone

http://www.geocities.com/Athens/Forum/1327/td_success.html

by Pat Nordman

 

"To one he gave five talents. . .to another two talents, and to another one talent, each according to his ability"

 Matthew 25:15. 

 

If we who claim to be Christian would claim the dormant power sealed within us and exercise whatever talents--gifts--God has graced us with and then use them for God and others, just think of the revolution that would take place on this earth! God never intended for any of us to be unsuccessful. In fact, He called us to be bright lights and preserving salt and people who serve.

 

Elbert Hubbard, a very successful man, described a successful person as one who tries, not cries; who works, not dodges; who shoulders responsibilities, not evades them; who gets under the burden instead of standing off, looking on, and giving advice. Charles Kingsley said: "The men whom I have seen succeed best in life have always been cheerful and hopeful men, who went about their business with a smile on their faces, and took the changes and chances of this mortal life like men, facing rough and smooth alike as it came."

 

The following is a ladder of success:

0%-I won't;

10%-I can't;

20%-I don't know how;

30%-I wish I could;

40%-What is it?;

50%-I think I might;

60%-I might;

70%-I think I can;

80%-I can;

90%-I will;

100%-I did.

 

Someone commented that success is 10% inspiration and 90% perspiration. Together that gives us the 100% of "I did." We moan that we have no talent and opportunities when it is perseverance and concentration we need.

 

"Use what talents you possess; the woods would be very silent if no birds sang there except those that sang best." Henry Van Dyke. The birds don't worry about which of them sings best, either; they just do what is natural for them. Instead of worrying about others' talents, let us thank God for our own and get on with using them, for what we don't use, we soon lose.

 

© Pat Nordman

.. ...and by his light I walked through darkness!JOB 29:3 NIV


Blog EntryWalk of FaithMay 28, '08 10:11 AM
for everyone

Taken from: http://multiply.com/mail/message/experience:notes:226

When Peter saw Jesus walking in the water once when they were sailing, he marveled along with other disciples. He asked, " If it is truly you my God, allow me to come with you." Then Jesus replied, "Come." Peter followed, stepping his feet by the sea.

We are reluctant of looking things in impossible. We doubt and with no words we sometimes prison ourselves beyond the limits of this world. But God offer us a simple step of getting out of this world- from its scanty limitations. And that is to "come." Its a simple way of trusting with God's limitless ability.

With man this things are impossible but with God everything are possible. God offer us everything. We just need to put our faith on Him. And like Peter we just need to step-out and come to God.


Blog EntryMakanan Mentah May 28, '08 9:59 AM
for everyone

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/19/07592218/Makanan%20Mentah

Penulis: Bondan Winarno

Jangan berhenti membaca! Ini bukan bizzare food, melainkan tentang sayur-mayur yang dimakan mentah tanpa dimasak.

Sekitar 20 tahun yang lalu, saya menginap di rumah Prof. Nader Shooshtari, seorang gurubesar ilmu ekonomi di Universitas Montana. Malam-malam, sambil mengobrol, dia mengambil dua botol bir dan satu kotak tupperware dari dalam lemari es. Di dalam kotak itu terdapat berbagai sayur potong. Ada brokoli, kembang kol, wortel, batang seledri besar. Sambil minum bir, camilannya adalah sayur-mayur mentah itu. Tanpa dicocol salad dressing maupun salsa.

Apa enaknya? Pada masa itu, lidah saya belumlah secerdas dan secanggih sekarang. Saya cuma ikut-ikutan dan mencoba menikmati brokoli mentah yang rasanya langu. Juga wortel mentah terasa langu. Duh, sengsara banget jadi orang modern, ya?

Nader bukanlah seorang pemalas yang enggan memasak dan menyuguhkan sayuran mentah. Itu adalah gaya hidupnya. Gaya hidup bugar – fit lifestyle. Ketika kami seasrama di Hale Manoa, Universitas Hawaii, Nader selalu memaksa saya turun dari tempat tidur dan ikut dia melakukan push up duapuluh kali dan sit up duapuluh kali pula. Dia sendiri melakukannya sampai hitungan seratus.

Makan sayur mentah mestinya tidak merupakan tantangan berat bagi orang Indonesia. Kuliner Nusantara juga mengenal banyak sayur mentah. Karedok, misalnya, adalah kumpulan sayur mentah. Begitu juga trancam dan berbagai lalapan mentah. Tetapi, brokoli, kembang kol, paprika, dan wortel memang memerlukan acquired taste. Saya sendiri melatih lidah saya dengan makan sayur-sayur mentah itu dicocol blue cheese atau salad dressing maupun salsa. Sekarang, semua sayur mentah sudah dapat saya nikmati tanpa cocolan apapun. Tekstur dan crunchiness dari masing-masing sayur merupakan sensasi tersendiri yang sangat dapat dinikmati.

Pernah makan sup gazpacho dari Spanyol? Sup ini sebetulnya merupakan jus sayuran – paprika, timun, bawang bombai, tomat – dengan sedikit bumbu.
Sama sekali tidak dimasak. Lebih baik lagi bila disimpan semalam di lemari es.

Belum lama ini saya sempat singgah di sebuah restoran yang khusus menyajikan makanan mentah. Namanya “Juliano’s Raw” di pojokan Broadway dan 6th Avenue, Santa Monica, dekat Los Angeles, California. Tempatnya sederhana. Tetapi, ternyata sudah banyak selebritis – antara lain Demi Moore – yang melanggani restoran ini.

Juliano tidak pernah menyebut nama belakangnya.
Mungkin sekali dia keturunan Italia. Tetapi, di Italia, nama seperti itu dieja sebagai Giuliano. Ia selalu tampil dengan gairah yang luar biasa. Bicara dengan mata membelalak dan kedua tangannya bergerak mendukung setiap kata-katanya.

Juliano “berdakwah” tentang living food (makanan hidup), yaitu sayur-mayur dan buah-buahan yang mengandung the power of procreation. Sayur segar bisa ditanam lagi untuk menghasilkan sayur segar beberapa kali lipat. Demikian juga biji yang dikandung buah segar dapat ditanam untuk menghasilkan buah-buahan segar berlipat ganda. Itulah yang dimaksudnya sebagai the power of procreation. Karena itu, manusia yang hanya makan sayur-mayur dan buah segar akan menjadi “lebih hidup”.

Sebaliknya, sayur-mayur dan buah akan mati bila dimasak. Karena itulah Juliano selalu menganjurkan agar sayur-mayur dan buah tidak dimasak, agar tidak kehilangan daya alamiahnya yang luar biasa bagi kehidupan manusia.
Dead foods are dead. They spoil and rot deep in your guts, finally becoming some cancer which in a delivery of excruciating pain eats you from the inside out,” tulis Juliano dalam buku-buku yang sudah diterbitkannya tentang living foods.

If we eat wrong, no doctor can cure us. If we eat right, no doctor is needed,” itu adalah petuah lain dari Juliano. Ia menjamin bahwa semua makanannya mentah. Bila pun sempat dimasak, dipastikan tidak melalui pemanasan di atas 40 derajat Celcius. Itu dilakukan karena menurut teori, pemanasan bahan makanan di atas 80 derajat Celcius akan mematikan semua enzim yang dikandung. Yang jelas, memasak bahan pangan berarti “memeras” cairan yang dikandung. Padahal, tubuh kita sangat membutuhkan enzim dan cairan.

Oke, maka kami pun mulai meneliti daftar makanan di kartu menu untuk melihat makanan apa saja yang kira-kira akan memuaskan. Kami memesan beberapa menu untuk dicoba.

Ternyata, makanan yang datang jauh di luar dugaan kami. Misalnya, burrito yang kami pesan ternyata tidak dibungkus tortilla yang biasanya dibuat dari gandum atau tepung jagung, melainkan dibungkus nori (rumput laut). Lasagna yang kami pesan pun ternyata tidak memakai pasta. Satu-satunya makanan yang dimasak adalah yang terbuat dari campuran berbagai macam kacang.

Beberapa bahan yang banyak dipakai dalam hidangan “Raw” adalah wijen, wijen hitam, bit, kubis ungu, daun ketumbar, guacamole (dari avocado), krim kocok (whipped cream), rumput laut, dan berbagai jenis bunga yang dapat dimakan. Krim kocok untuk makanan maupun dessert dibuat dari Irish moss seaweed (sejenis rumput laut). Keju dibuat dari kacang-kacangan. Pasta dibuat dari zucchini. Minyak zaitun yang digunakannya juga minyak khusus yang diproses dengan panas yang tidak melebihi 35 derajat Celcius.

Rasanya? Saya tidak bohong. Betul-betul mak nyuss! Begitu segar, begitu unik, begitu khas. Saya sendiri heran betapa makanan dari bahan-bahan mentah dapat disajikan sedemikian enak. Luar biasa!

Di restorannya, Juliano hanya menyajikan makanan yang disebutnya sebagai living cuisine. Juliano’s food comes straight from the garden to your plate – demikianlah slogan restoran yang juga menjanjikan “100% organic” itu. Juliano bahkan “menantang” tamunya agar membawa sisa makanan pulang ke rumah dan kemudian meletakkannya di tanah. Tiga hari kemudian, pasti akan tampak tanda-tanda kehidupan dari tanaman baru. Itulah bukti nyata tentang slogan “living food”. Bandingkan dengan daging yang Anda buang di tanah. Tiga hari kemudian yang akan bermunculan adalah belatung.

Satu hal lagi yang saya “pelajari” di “Raw” adalah bahwa ternyata pada umumnya wine adalah minuman yang tidak vegan-friendly. “Raw”, sebaliknya, menyajikan wine khusus yang vegan-friendly, yaitu wine yang dalam proses pembuatannya tidak memakai putih telur, casein, dan gelatine yang merupakan produk hewani.

Bahan makanan yang disajikan “Raw” sebetulnya tidak hanya seratus persen organik, melainkan juga seratus persen veganik. Veganik berarti semua tanaman itu dipupuk dengan rumput laut dan abu vulkanik – tanpa pupuk dari kotoran hewan, apalagi pupuk kimia. Bahkan pencucian semua alat-alat dapur maupun alat-alat saji di “Raw” tidak memakai deterjen, melainkan dengan jeruk lemon dan cuka. Juliano barangkali memang orang yang paling fanatik dalam menjalani doktrin veganik.

All of our foods – fruits, vegetables, sprouted grains – have been gently and lovingly tranformed into delicious food,” kata Juliano dengan mata membelalak dan kedua tangannya “beterbangan” ke mana-mana. Diam-diam saya menyimpan kekahawatiran, jangan-jangan kalau saya jadi veganik juga akan menjadi “hiper” seperti Juliano – bicara dengan mata membelalak, suara tinggi, dan kedua tangan heboh ikut bicara.

“Doktrin” Juliano ini mau tidak mau mengingatkan saya pada prinsip yang dianjurkan oleh Dokter Chris Teo di Penang. Di kliniknya, Dokter Teo menyembuhkan pasien kanker secara veganik dan kebiasaan hidup sehat. Ia bahkan menganjurkan agar orang tidak menjalani kemoterapi yang menurut dia justru bertentangan dengan hukum alam.

Seorang visioner agung Alfred Einstein pernah berkata bahwa masa depan dunia ini akan lebih terjamin bila makin banyak orang beralih dari kesukaan makan produk hewani ke disiplin makan sayur-mayur dan biji-bijian.

Selamat Waisak bagi teman-teman Buddhis yang sebagian besar menganut vegetarian.
Sabe satta bhavantu sukhitata. Semoga semua mahluk berbahagia.


© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved


Blog EntryHari-Hari yang Tidak MenyebalkanMay 5, '08 10:44 AM
for everyone

http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Health+Man&y=cybermed%7C0%7C0%7C13%7C562

 

Sekalipun hari yang akan dilalui, ditengarai terik matahari atau mendung disusul hujan rintik maupun lebat, tapi hati dan pikiran harus tetap cerah dan segar. Melewati hari dimulai dengan baik: bersemangat, pikiran jernih, jauh dari buruk sangka dan menyenangkan, merupakan separuh dari pencapaian tujuan. Hanya bila memperhatikan tips berikut:

 

1.       Untuk mendapatkan kesegaran fisik di pagi hari, tidur cukup di malam hari. Lepaskan masalah begitu berangkat tidur, beristirahat sebaik-baiknya. Yakinkan diri, esok hari akan lebih baik lagi.

2.       Untuk memulai aktivitas, diawali berdoa untuk mendamaikan pikiran dan tentramkan jiwa.

3.       Waktu pagi hari yang cukup sempit, sempatkan berolahraga ringan, semisal jalan berkeliling tempat tinggal atau senam.

4.       Pagi hari cukupkan kebutuhan energi dan gizi tubuh. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh sepanjang hari.

5.       Mengeluh kondisi lalu lintas, akan merusak suasana hati yang cerah. Selama berkendara, hibur diri dengan bersenandung atau mendengar obrolan santai di radio kesayangan.

6.       Sambut hari tanpa lepas senyum dan sapaan pada orang-orang yang dijumpai. Anda pun akan mendapat balasan senyum.

7.       "Siap bertempur" di dunia kerja, dijalani dengan ikhlas dengan memetik hikmahnya ketika: beban kerja yang kebetulan hari itu berlebihan, melakukan kesalahan sehingga ditegur pimpinan, ulah teman kerja yang tidak menyenangkan, relasi bikin ulah.

 

Sumber: Male Emporium


Blog EntryMembebaskan Diri dari DepresiMay 5, '08 10:40 AM
for everyone

Kiriman: Subagyo Danuningrat

 

Ketika perasaan sedang biru, kadang susah mengubah suasana biru itu menjadi merah. Berikut ini strategi untuk berdamai dengan dunia Dan bebas dari depresi.

 

1.       Beri makan otak

  • Cari makanan rendah kalori yang renyah, seperti disarankan Dr. Madelyn Fernstorm, direktur UPMC Weight Management Center. Makanan renyah jadi olahraga buat gigi. Pilih wortel, seledri, atau apel, jangan keripik goreng.
  • Jangan gunakan makanan sebagai pengobatan swadaya. Makanan memang memberi kenyamanan, tetapi merupakan sumber energi. Lebih baik jalan-jalan sejenak di taman untuk menyegarkan otak.
  • Hindari kelebihan stimulan seperti kafein.
  • Zat nutrisi seperti folat, vitamin B6 Dan B12 berperan dalam menjalankan fungsi otak yang benar. Mungkin vitamin ini bisa mengusir depresi. Temukan vitamin itu dalam jus jeruk, kacang merah, atau pisang.

 

2.       Bernapas dengan benar

"Semua oprang butuh latihan pernapasan," kata Mark Liponis, MD, penulis buku UltraLongevit: The Seven Steps Program for a Younger, Healthier You. Sistem kekebalan tubuh merespon secara instan setiap perubahan dalam pernapasan karena itu merupakan sinyal ancaman. Helaan napas yang cepat Dan dangkal merupakan respon stres yang kemudian dlkirimkan ke sistem kekebalan tubuh.

  • Pelankan napas, biarkan diafragma mengalami kontraksi penuh
  • Rasakan napas melewati seluruh paru-paru.
  • Ingatlah untuk membuang napas. Buang napas sampai habis.

 

3.       Kenali diri sendiri

Semua orang punya gaya sendiri untuk melepaskan rasa marah. "Temukan metode rileksasi yang berguna untuk diri sendiri Dan simpan Dan kotak pertolongan pertama," kata psikiater Dan penulis buku For Some, It's Deep Breathing; Others Thrive on Exercise. Buat orang lain, mungkin rileksasi itu berupa obrolan dari hati ke hati yang diikuti dengan perawatan spa.

  • Penelitian membuktikan bahwa latihan ritmis paling sehat untuk kekebalan tubuh. Pilih berenang, dayung, dansa tango, atau jalan-jalan.
  • The National Institute of Health mendukung akupuntur untuk memperbaiki tidur, mengurangi nyeri Dan kesehatan tubuh secara umum.

 

4.       Keluar dari perangkap yang sama

Apakah Anda mengalami deja vu? Banyak orang melakukan hal salah yang sama di kantor, di rumah. Sebenarnya mudah untuk lepas dari situasi yang salah terus-menerus itu. Segera keluar dari cerita lawas Dan bahas dengan orang lain, sehingga Anda dapat perspektif yang berbeda. Beri diri sendiri kesempatan memeriksakan kenyataan agar menemukan akar dari masalah. Itu juga bisa ditemukan saat Anda berkonsultasi dengan terapis. Dengan bantuan terapis, Anda dapat membantu merevaluasi situasi.

 

5.       Dapatkan "Vitamin C" plus

Cinta atau "Vitamin C" plus canda tawa merupakan obat yang ampuh untuk mengobati kemarahan, ketakutan, Dan kekecewaan. Ketiganya merupakan sebuah emosi yang menandakan tubuh terancam bahaya. Cinta tak selalu berarti roman. Cinta bisa Anda dapatkan dari hewan peliharaan, orangtua, atau dari kegiatan merawat tanaman. Temukan aktivitas yang memungkinkan Anda mendapat teman baru Dan sahabat.

 

Sumber: Senior

 


Blog EntryMari Kita BersyukurMay 4, '08 7:15 AM
for everyone

Posted Juan

 

Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada supir pribadinya, ''Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?'' Si supir menjawab, ''Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai'' Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, ''Bagaimana kamu bisa begitu yakin?''

 

Supirnya menjawab, ''Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan.''

 

Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

 

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang.

 

Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi ''kaya'' dalam arti yang sesungguhnya.

 

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang ''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

 

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

 

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.

 

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

 

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

 

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya.

 

Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

 

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ''Lulu, Lulu.'' Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.'' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Lulu, Lulu''. ''Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?'' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, ''Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.''

 

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.''

 


Blog EntryBeristirahatlah!May 4, '08 7:12 AM
for everyone

Oleh Samuel Mulia

http://kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/04/01350749/rehat

 

 

1.       Dari membicarakan kejelekan orang dan menggosip. Mulut Anda juga perlu istirahat. Mengunyah sejak kecil dan masih ditambah sebagai alat mengumpat orang. C spasi D. Capcai Deh!

 

2.       Dari menjerat orang apa pun pancing yang Anda gunakan untuk menjerat

 

3.       Dari melakukan berbuat tidak baik. Dan itu tak berarti setelah istirahat Anda melakukan lagi. Saya pikir Anda mengerti apa yang saya maksud dengan kata istirahat di sini.

 

4.       Dari mengatakan kita harus bekerja keras, hidup tambah susah, dan semua untuk anak-anak. Bekerjalah secara efektif, efisien, dan sesuai kemampuan.

 

5.       Dari mengatur jadwal kerja yang tidak benar. Manajemen waktu itu penting!

 

6.       Dari mengundang teman-teman Anda datang ke rumah. Kalau Anda kesepian bukan ramainya teman-teman Anda yang akan menghilangkannya. Mungkin sejenak bisa jadi. Setelah mereka pulang, kesepian datang lagi. Kalau Anda memiliki waktu beristirahat dari mereka, Anda akan menghadapi kesepian itu sendiri. Problem itu harus dihadapi. Orang pesimis melihat problem sebagai halangan, orang optimis melihat problem sebagai peluang. Bagaimana Anda bisa melihat peluang kalau Anda tak pernah beristirahat?

 

7.       Dari menjadwalkan akhir pekan dan masa liburan untuk bekerja. Tuhan memberi waktu untuk bekerja dan juga untuk beristirahat. Manfaatkan kedua-duanya. Tuhan lebih tahu mengapa Ia menciptakan keduanya. Kok Anda mau memorakporandakan.

 

8.       Dari berpikir bahwa badan Anda, kaki Anda, perut Anda, paru-paru Anda tak perlu beristirahat. Bayangkan, kalau Anda yang menjadi paru-paru, sudah disuruh menyaring kotoran dari hasil pernapasan, masih dihajar dengan rokok. Demikian pula dengan pola makan Anda yang membuat hasil laboratorium Anda seperti rapor terbakar. Dan itu, Anda lakukan bertahun lamanya tanpa merasa bersalah untuk tidak istirahat.

 


Blog EntryRehatMay 4, '08 7:10 AM
for everyone

Posted by: "Agus Hamonangan" agushamonangan@yahoo.co.id   agushamonangan

Sat May 3, 2008 9:36 pm (PDT)

Oleh Samuel Mulia

http://kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/04/01350749/rehat

 

 

Di sebuah kamar hotel pada akhir pekan, saya dengan dua teman dekat menghabiskan akhir pekan sambil leyeh-leyeh di tempat tidur. Tidak melakukan aktivitas berarti meski kami sedang di Pulau Dewata, tempat liburan yang jarang membuat saya bisa melakukan rehat dengan benar. Padahal, ke Pulau Dewata itu tujuannya hanya satu. Yaaa! mau istirahat.

 

Istirahat dari hiruk-pikuk Jakarta dan pekerjaan saya. Ternyata di tempat istirahat itu saya malah lebih hiruk-pikuk. Bahkan, karena saking hiruk-pikuknya, selalu terlambat tiba di bandara.

 

Waktu kami sedang leyeh-leyeh, teman saya yang kebetulan ahli dalam soal public speaking berbicara mengenai pengalamannya. Kemudian saya tak membuang kesempatan untuk belajar dari ahlinya. Orang lain harus membayar mahal, saya malah bisa gratis. Wah ! kalau sudah begini, hidup itu tak hanya makin hidup, tetapi begitu adilnya.

 

Saya menanyakan bagaimana agar saya bisa seperti dia. Kemudian dia menasihati begini, “Lo tu pinter.... Tetapi, lo itu kalau bicara kecepetan. Lo tu harus bisa menghormati yang namanya pause. Orang jadi enggak ngerti apa yang ingin lo sampaikan karena speed-nya terlalu tinggi.”

 

Saya kaget setengah mati. Bukan karena komentarnya yang mengatakan saya berbicara terlalu cepat karena semua orang tahu soal itu, tetapi pada kalimatnya yang membukakan mata dan hati saya bahwa saya ini tak pernah menghormati momen bernama pause. Berhenti sejenak.

 

Istirahat “grak”!

 

Dua hari sebelum tenggat tulisan ini tiba, teman saya menelepon untuk berbincang-bincang. Ia mau curhat dengan saya. Saat saya menjawab pertanyaannya, ia mengingatkan saya untuk tidak berbicara terlalu cepat. “Mas, aku jadi enggak bisa ngikutin. Pelan dikit napa?” kata dia.

 

Setelah dua kali peringatan itu datang, saya pikir sudah waktunya duduk tenang dan mengevaluasi apakah saya benar menghormati masa istirahat yang diberikan Tuhan kepada saya. Tidak hanya untuk merenungkan, mengevaluasi apa yang sudah dan yang akan saya kerjakan, tetapi apakah saya juga mengambil masa berhenti sejenak itu untuk benar-benar mengistirahatkan tubuh saya? Seorang pembaca setia kolom ini yang membaca aktivitas saya yang hiruk-pikuk itu menasihati, saya harus lebih berhati-hati, jangan sampai terlalu lelah. “Istirahat itu penting!”

 

Saya merasa saya begitu dianugerahi Tuhan memiliki pekerjaan sehingga hidup saya menjadi semarak, tak merasa menjadi penganggur. Bisa ke kanan dan ke kiri. Bisa berada di dua kota dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam. Saya bisa punya teman sejuta banyaknya. Hari Senin makan malam dengan si A, malam Rabu ngupi-ngupi dengan si B, bahkan setelah ngupi dilanjutkan dengan nonton bersama si K. Itu sebabnya mengapa saya merasa istirahat lebih sering saya korbankan untuk tidak dijalankan.

 

Setelah menonton, kalau the night is still young, saya tak keberatan minum-minum di sebuah lounge. Maka, dengan aktivitas semacam itu, saya tiba di rumah pukul dua pagi. Sementara empat jam setelah itu, saya harus berada di lapangan terbang. Tiba di tempat tujuan pun saya berencana untuk ke sana dan kemari. Dan, kalimat the night is young tentunya masih saja berlaku.

 

“Alarm clock”

 

Semua kegiatan di atas belum termasuk menghadiri undangan perkawinan, mendengarkan teman menangis karena perkawinannya seperti kain tambal sulam, memenuhi tugas pelayanan di beberapa rumah ibadah, dan menghadiri acara peragaan busana yang di Jakarta sehari bisa terjadi tiga kali.

 

Semuanya saya kerjakan karena ini anugerah dari Sang Pencipta. Dengan alasan itu saya membabi buta. Seharusnya saya juga tidak boleh lupa, Sang Pencipta juga memberikan alarm clock dalam wujud tubuh saya yang sudah pegal linu, kaki yang nyaris gempor, tenggorokan yang sakit kalau digunakan menelan, sampai kepala yang cenut-cenut, dan kepala yang sudah mulai berpikir untuk menggunakan obat, cairan penguat tubuh dari luar.

 

Saya melakukan itu semua supaya saya tak menyia-nyiakan kesempatan. Supaya makin tambah kaya. Saya berpikir order berdatangan, gila saja kalau semua itu harus ditolak hanya untuk penghormatan sebuah kata bernama pause. Jangan pernah membuang kesempatan, bukan? Karena katanya kesempatan kedua belum tentu datang dua kali.

 

Lama-kelamaan alarm clock yang diberikan Sang Pencipta tak berbunyi lagi dan saya merelakan diri untuk marah-marah, pusing karena begitu banyak pekerjaan harus diselesaikan, kemudian marah kepada orang lain yang tidak sepantasnya menerima kemarahan itu. Akhirnya, mungkin saya juga rela tepar di ranjang rumah sakit atau di ranjang rumah sendiri hanya untuk mengaminkan bahwa kesempatan kedua belum tentu datang lagi.

 

Kalau saya memiliki keluarga, mungkin saya sudah lama menyia-nyiakan waktu untuk berkumpul dengan mereka. Mungkin saya bisa jadi lupa berapa jumlah anak yang saya punya karena saya tak pernah beristirahat dari menyetubuhi perempuan di mana-mana. Saya bahkan mungkin tak jeli bahwa semua orang sudah membicarakan istri saya yang disimpan pejabat ini atau bankir itu karena saya sibuk masuk keluar rumah ibadah untuk menyuarakan Tuhan itu baik.

 

Samuel Mulia Penulis Mode dan Gaya Hidup


Blog Entry10 Resep Jadi PenulisMay 4, '08 5:20 AM
for everyone
oleh: Yon's Revolta
http://penamuda.multiply.com/journal/item/118/10_Resep_Jadi_Penulis 

Anda ingin jadi penulis, gampang! Untuk menjadi seorang penulis masalahnya bukan kita bisa atau tidak bisa. Tapi kita mau atau tidak mau. Jika kita mau, pasti ada jalan untuk meraih predikat itu. Baiklah, dalam kesempatan ini, akan diketengahkan beberapa resep ringkas bagi mereka yang ingin terjun ke dalam dunia tulis menulis. Semoga membantu yah.

1.Suka Membaca
Membaca tentu bukan asal baca, apalagi membaca apa saja. Kita perlu menetapkan skala prioritas apa yang kita baca sesuai dengan kebutuhan kita. Misalkan Anda seorang muslim, dalam satu bulan minimal tiga jenis buku yang perlu dibaca. Buku tentang keagamaan, buku sesuai dengan latarbelakang pendidikan dan buku yang sesuai dengan minatnya. Dengan skala prioritas tersebut otak kita tidak dijejali beragam informasi yang justru membuat kita pusing, tapi informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita sebagai seorang penulis nantinya.


2.Suka Kliping
Kliping tak hanya soal gunting menggunting koran. Jaman sekarang, kliping bisa berupa data digital. Yah, semua orang tahu, kita tinggal mengunduh materi-materi sesuai dengan kebutuhan kita melalui jejaring dunia maya. Ingat, jangan terjebak untuk mengoleksi banyak informasi yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Sekali lagi tetapkan prioritas untuk mengkoleksi informasi sebaga bahan mentah untuk karya yang akan kita buat kelak. Kliping gunanya hanyalah untuk menambah khasanah karya kita, yang paling penting tetap orisinalitas ide kita dalam sebuah karya.


3.Miliki Diary


Diary (catatan harian) perlu dimiliki oleh (calon) penulis. Diary akan melatih orang untuk jujur pada diri sendiri. Menuliskan sepenggal goresan spontanitas apa yang dirasakan. Kelak menulis secara jujur akan sangat berguna bagi karier kepenulisan. Sebab, bisa mengantarkan penulis untuk menulis dengan hati. Yah, harapannya ketika orang menulis dengan hati, pesannya akan sampai ke hati juga. Mulia sekali bukan penulis yang seperti ini.




4.Miliki Buku Sakti


Berbeda dengan diary. Buku sakti adalah bank data. Berisi kutipan buku-buku yang pernah kita baca, hasil-hasil penelitian dan juga momen-momen penting yang terjadi di dunia. Untuk apa buku sakti ini perlu kita miliki? Yah, seperti papatah mengatakan the palest ink is better than the best memory (tinta yang kabur sekalipun masih lebih baik daripada ingatan yang tajam). Ketika kita ingin menulis sebuah karya, untuk memperkaya khasanah kita tinggal membuka bank data tersebut. Misalnya ketika akan menulis artikel berjudul “Televisi itu Candu”, untuk memperkayanya, kita tinggal membaca rangkuman dan kutipan buku terkait televisi yang pernah kita baca beserta hasil-hasil penelitian terkait dengannya. Adanya buku sakti ini sebenarnya adalah usaha sebuah manajemen karier kepenulisan agar lebih tertata dengan baik.


5.Miliki Blog


Blog ibarat tabungan karya. Memang lebih bagus kalau blog kita itu spesifik dalam arti wadah menuliskan hal-hal yang tidak beragam. Satu tema saja. Dengan begitu, ketika kita menuliskan karya dalam blog kita, sesungguhnya adalah sedang menabung. Kita menabung karya yang punya potensi kelak disulap menjadi sebuah buku. Selain itu, memiliki blog juga bisa sebagai ajang latihan kita dalam menuliskan karya. Disana tulisan kita akan mendapat respon dari pembaca. Dengan demikian menjadi sebuah pembelajaran dan masukan tersendiri agar kelak kita bisa berkarya lebih baik lagi.


6.Gabung Milis Kepenulisan


Milis adalah forun diskusi di dunia maya. Kita bisa mengikutinya, banyak sekali milis tentang dunia kepenulisan. Misalnya milis terbesar kepenulisan seperti penulislepas@yahoogroups.com, forum_lingkarpena@yahoogroups.com, apresiasi-sastra@yahoogroups.com dsb. Dengan bergabung dengan milis kepenulisan, kita bisa mendapat banyak informasi yang mendukung karier sebagai penulis seperti kiat-kiat kepenulisan, bedah karya maupun beragam informasi lomba kepenulisan di mana kita juga bisa berkiprah di dalamnya.


7.Kunjungi Perpustakaan dan Toko Buku


Kemana orang berlibur? Bisa ke pantai, mall, tempat-tempat wisata dsb. Tapi bagi orang yang ngebet pingin jadi penulis, liburan bisa digunakan untuk mengunjungi perpustakaan. Disana kita bisa refresing sekaligus menambah wawasan bagi otak kita. Ke toko buku juga perlu, selain kita bisa membaca sekilas buku-buku yang ada. Kita juga bisa mendapatkan inspirasi judul-judul buku yang laris manis di pasaran. Selanjutnya, kita berharap bisa memunculkan karya atau buku-buku yang digemari masyarakat pula.



8.Datangi Acara Kepenulisan



Penting sekali yang ini. Dengan mendatangi acara kepenulisan, terutama acara bedah buku, kita akan banyak mendapatkan ilmu. Biasanya adalah ilmu tentang proses kreatif sang pengarang buku. Bagaimana lika-likunya, mulai dari mendapatkan inspirasi, proses penulisan, mencari penerbit, sampai menyaksikan bukunya bisa dibaca orang lain dan barangkali bisa best seller, dicetak berulang-ulang. Dengan mengetahui cerita tersebut, kita juga bisa melakukan hal yang sama. Menjadi penulis “hebat”. Tentu dengan cara yang berbeda.

9.Ikuti Komunitas Kepenulisan


Ikut komunitas kepenulisan itu perlu. Dengan mengikuti komunitas kepenulisan kita bisa berbagi pengalaman dalam berkarya. Begitu juga bisa saling memberikan kritikan dan masukan pada karya yang dibuat anggota. Dengan begitu akan matang sebelum karya benar-benar dikirimkan ke berbagai media maupun penerbit. Dengan ikut komunitas pula akan memberikan semangat kepada kita untuk berkarya. Biasanya kita akan terpacu dan bersemangat berkarya ketika ada salah satu anggota yang karyanya bisa tembus ke media massa maupun bukunya diterbitkan.



10.Angkat Mentor Inspiratif



Siapa mentor inspiratif itu? Dia adalah penulis favorit kita. Kita perlu mengangkat mentor walaupun tanpa kontak dengannya. Cukup kita mengakrabi karya-karyanya. Mentor ini gunanya dalam soal gaya menulis maupun bercerita. Bukan hal yang haram ketika kita mengikuti gaya menulis seseorang. Yang penting kita tetap punya ide orisinil tersendiri. Adanya mentor yang kita angkat sendiri ini akan membantu kita. Misalnya, akan menulis novel inspiratif, kita perlu mengangkat Paulo Choelo sebagai mentor. Ini sekedar contoh saja. Jadi karya kita nantinya berbau karya dia dalam soal gaya kepenulisan.


Baik, sementara ini dulu yah,
abaikan saja ke sepuluh resep diatas
kalau hanya bikin pusing dan menganggu pikiran.
Sekarang duduk dan menulislah, itu saja.
Selamat berkarya.

Blog EntryYour Personality From Your Favourite FruitMay 4, '08 5:17 AM
for everyone
http://kura1902.multiply.com/journal/item/1/Your_Personality_from_Your_Favourite_Fruit

 

Take a look at the list below and choose one. Your choice reflects your personality - Your inner self & your outer self.

The apple freak is outspoken and has a tremendous enthusiasm.

A grape lover has enduring patience and will power.

A peach person is a fiery and passionate lover.

 

Apple

 

If apple is your favourite fruit, you are an extravagant, impulsive and outspoken person; often with a bit of a temper. While you may not be the best organiser yourself, you make a good team leader; and are good at taking things forward. You can take quick action in most situations. You enjoy travel immensely. You ooze with charm when you are with your partner. You have an enthusiasm for life, unmatched by most.

 

Banana

 

You are a softie! Loving, gentle, warm and sympathetic by nature is the banana lover. You often lack in self-confidence and are quite timid by nature. People often take advantage of your sweet temperedness, and sheer vulnerability to a situation. You adore your partner in every which way, both for their mental and physical beauty! Because of the way you are, your relationship is always, very much in harmony!

 

Black Grapes

 

You are a polite person in general, but do have quick flare-ups of temper that cool down just as quickly. You enjoy beauty in all forms, including beautiful people. You are very popular because of your warm, gregarious nature. You have a zest for life; you enjoy every thing you do, right from the way you dress, to your style and élan in your day-to-day life. Your partner must share your zeal and zing for life… to enjoy all you have to offer!

 

Cherry

 

If cherry is your favourite fruit, life isn't always as sweet for you. You often face ups and downs, particularly professionally; and find that you make small sums of money, instead of a lump sum. You have a fertile imagination and are often involved in creative pursuits. You are a very sincere and loyal partner; but find that expressing your feelings is not very easy. Your home is your haven, and you love nothing more than being surrounded by close family and your beloved partner.

 

Coconut

 

The coconut lover is a serious, very thoughtful and contemplative person. Though you enjoy socialising, you are particular about the company you keep. You tend to be stubborn but not necessarily foolhardy. Shrewd, quick-witted and alert, you ensure that you are right on top of any given scenario, especially at work. You need a partner with brains, and while passion is important it certainly isn't everything for you.

 

Custard Apple

 

You are a modest and conservative person; who can be quite sensitive at times. You tend to be thoughtful and contemplative, and therefore are rarely rash in doing things. You are quite ambitious; and are good at anything that requires much detailing or working with numbers. You are quick at finding fault with others. While looking for a partner, you value a person's intellect far above their looks or good old passion. You are quite shy and not very comfortable demonstrating affection.

 

Mango

 

A mango lover is a personality to be reckoned with; quite often you are a person who has quite fixed ideas, and influencing you is no easy task. You tend to be an extremist with strong likes and dislikes; and at times even like to control a situation. You enjoy getting involved in something that presents mental challenge. Strong as you may be, you are like a kitten when you are with your partner. You accommodate the love of your life, and make up for all the strong will elsewhere!

 

Orange

 

If orange is your favourite fruit; it speaks of a person who has enduring patience and willpower. You like to do things slowly; but very thoroughly and are completely undaunted by hard work. You tend to be shy; but are a reliable and trustworthy friend. You have an aesthetic bent of mind. You select your partner with care and thought; you love with all your heart, and are not in for just a fling. You avoid conflict at all costs.

 

Papaya

 

You are truly fearless and take much that happens in life, in your stride. You give considerable thought to things you do. You have a sense of humour that along with your generous nature keeps you in most people's good books. You are a go-getter in your professional life, and have a knack for being in the right place at the right time. You enjoy meeting new people and seeing new sights whenever you can. Your sense of humour is what attracts members of the opposite sex to you more than anything else. It is simply charming!

 

Peach

 

Like a peach, you enjoy the juice of life… it all its lush ripeness! You are the friendly sort, and are quite frank and outspoken, which adds to your charm. You are quick to forgive and forget; and value your friendships highly. You have an independent and ambitious streak in you, that makes you a real go-getter. You are the ideal lover, fiery and passionate but sincere and faithful in love. You don't however like to display all that passion in public.

 

Pear

 

If you put your mind to something you can do it successfully, but by and large you tend to be fickle and have trouble completing a task with the enthusiasm you started it with. You need to know the results of your efforts almost immediately. You enjoy mental stimulation; and love to get into a good discussion. You tend to be a restless and high-strung person, and are easily excitable. While you are quick to strike up a friendship with someone, maintaining it does not seem to be easy for you.

 

Pineapple

 

You are quick to decide and even quicker to act. You are brave in making career changes; if that is what is to your advantage. You have exceptional organising abilities and are undaunted by the size of the task at hand. You tend to be self reliant, sincere and honest in your dealings with others. Though you are not given to making friends very quickly, but once you do, it is for life. You rarely, if ever, make romantic overtures. Your partner is often impressed with your sterling qualities but disappointed in your ability to show affection.

 

[taken from wangcen blog]


Blog EntryApakah Anda Korban Televisi?May 4, '08 5:09 AM
for everyone
Posted by: Agus Hamonangan

 

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/22/12101319/apakah.anda.korban.televisi..

 

MENONTON televisi mungkin sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Bahkan di antaranya ada yang tidak bisa melepaskan diri dari kebiasaan menonton kotak bergambar ini dan telah menganggapnya sebagai aktivitas wajib seperti makan atau bernafas.

 

Bila Anda setiap hari menghabiskan sedikit waktu saja untuk duduk di depan televisi mungkin tidaklah menjadi masalah. Akan tetapi, bila televisi sudah menyita sebagia besar waktu hidup Anda itulah yang akan mendatangkan petaka.

 

Menurut para ahli, kebanyakan menonton tv akan membuat Anda merasa tua dan loyo sebelum waktunya. Dengan hanya duduk pasif dan hampir tidak menggunakan otot, lama-lama Anda akan merasa kaku, letih, malas berfikir.

 

Dalam jangka panjang, ini dapat menurunkan kemampuan berpikir dan melakukan aktivitas fisik. Alhasil, otot menjadi kendur dan otak macet. Sebuah riset di AS pun menyebutkan bahwa kebiasaan menonton TV rata-rata 4 jam sehari dapat meningkatkan risiko mengalami kegemukan.

 

Tetapi siapa yang punya waktu sebanyak itu untuk nongkrong di depan TV? Jawabannya banyak. Sebuah survei di AS yang dilakukan Nielson Media Research misalnya pernah menyebutkan pria di Negeri Paman Sam itu rata-rata menonton TV lebih dari 3,5 jam sehari.

 

Nah apakah Anda termasuk orang yang sudah menjadi korban televisi? Berikut ini adalah kuisioner sederhana untuk mengungkap apakah Anda sudah mengidap kecanduan atau berpotensi mengalami masalah dengan kebiasaan kotak bergambar tersebut. Untuk menggunakan kuisioner ini, tandai tiap pertanyaan yang Anda jawab dengan ya.

 

1.       Apakah Anda menonton televisi lebih dari dua jam sehari? Apakah Anda menolak bicara dengan orang lain ketika sedang menonton televisi?

 

2.       Apakah Anda merasa tidak senang atau kesal ketika Anda harus mematikan televisi dan mengerjakan sesuatu yang lain?

 

3.       Apakah Anda kadang-kadang merasa letih luar biasa selama seharian?

 

4.       Apakah Anda sering makan cemilan atau makanan Iced yang tidak sehat sambil duduk menonton televisi?

 

5.       Apakah Anda sering mengalami insomnia dan menggunakan televisi sebagai cara untuk mengisi waktu selama sulit tidur itu?

 

6.       Pada suatu hari yang menyenangkan, apakah Anda lebih suka tinggal di rumah, menonton televisi, daripada pergi ke suatu tempat di luar?

 

7.       Sulitkah bagi Anda untuk berbagi atau mengungkapkan perasaan dan pengalaman dengan orang lain?

 

8.       Apakah Anda terlibat aktif dalam sekurangnya dua hobi, klub, atau kegiatan olahraga sekurangnya empat jam per minggu?

 

9.       Apakah Anda sering menyalakan televisi dan menjelajah semua stasiun tanpa gambaran tentang acara tertentuyang ingin Anda tonton?

 

Cara menilai hasil kuis:

Untuk setiap pertanyaan bernomor ganjil yang Anda jawab dengan ya, beri nilai dua poin. Faktor-faktor ini ditentukan oleh para ahli sebagai indikator untuk kebanyakan menonton televisi.

 

Untuk setiap pertanyaan bernomor genap yang Anda jawab dengan ya, beri nilai satu poin. Faktor-faktor ini, sehubungan dengan kebiasaan menonton yang buruk, menandakan potensi untuk bermasalah.

 

Jumlahkan skor Anda kemudian gunakan skala berikut untuk mengetahui posisi Anda.

 

3 atau kurang. Tidak ada masalah.

4 hingga 6. Berpotensi untuk menjadi masalah.

7 hingga 9. Ya, tampaknya Anda terlalu banyak menonton televisi.

10 atau lebih. Celaka! Otak Anda mungkin sudah kena setrum.

 

AC

Sumber : berbagai sumber


Blog EntryThings Of ValueMay 4, '08 5:07 AM
for everyone
Posted by: Siddharta

 

You've heard the question asked, "If your home were on fire, what you try to save?" Most people answer that they would rescue people and pets and as many photographs and memories as possible.

 

The question we faced was similar. We were forced to consider, "If we have to evacuate our home, what should we take wit