Catila's posts with tag: be a better person
Posted by: resonansi_2002 Di tengah kehidupan globalisasi yang semakin sarat dengan persaingan dan tantangan seperti sekarang tidak hanya dibutuhkan usaha keras tetapi juga cerdas untuk dapat bertahan atau meningkatkan prospek bisnis maupun kualitas kehidupan kita. Bersikap ramah merupakan alternatif yang cerdas untuk kita pergunakan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Berikut ini beberapa manfaat dari keramahan diantara segudang manfaat lainnya. Mendapatkan kondisi jasmani sehat merupakan salah satu manfaat dari bersikap ramah. Karena tersenyum sebagai bentuk keramahan ternyata dapat merangsang produksi hormon serotonin dan memacu produksi sistem kekebalan tubuh. Hormon tersebut membantu menjadikan kita lebih sehat, segar, dan tenang sehingga memungkinkan kita melakukan banyak aktifitas produktif. Sebaliknya, sikap cemberut dan ketus atau marah memicu produksi hormon-hormon yang bersifat meracuni tubuh sehingga mengurangi tingkat kesehatan kita. Keramahan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kesehatan juga dikarenakan keramahan tidak memerlukan banyak energi. Sebaliknya, bersikap tidak ramah atau ketus dan cemberut memerlukan gerak banyak otot, sehingga dapat menguras energi. Tubuh akan terasa lebih cepat letih dan sakit. Itulah mengapa bersikap tersenyum ramah sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan, karena terbukti efisien dan efektif. Sementara itu, senyum dan sapa yang ramah dapat mendorong keinginan orang lain untuk kembali bertemu atau terus berdekatan dengan Anda. Mereka melakukan hal itu karena merasa lebih nyaman dengan keramahan sikap Anda. Itulah mengapa keramahan dinyatakan sebagai langkah sikap yang dapat menimbulkan kesan mendalam dan tidak terlupakan, meskipun mungkin pertemuan yang terjadi cukup singkat atau sudah berlalu cukup lama. Keramahan juga sudah terbukti mampu meningkatkan daya tarik seseorang. Jadi, jangan berkecil hati memiliki penampilan yang biasa-biasa saja. Lengkapi penampilan Anda dengan senyum dan keramahan yang tulus dari dasar hati. Niscaya keramahan menjadikan Anda memiliki daya tarik paling memikat bagi siapa pun. Sebagaimana diketahui bahwa kemampuan mengendalikan emosi mendatangkan banyak keuntungan dalam kehidupan kita. Bersikap ramah dengan bersikap santun dan hormat kepada siapa pun merupakan latihan yang sangat efektif untuk meningkatkan kecerdasan mengendalikan emosi. Semakin Anda sering berlatih mengendalikan emosi, maka Anda akan semakin mudah memetik keuntungan dalam berbagai situasi sesulit apa pun. Kelembutan dalam keramahan sikap laksana guyuran air es dingin mematikan panas api yang berkobar. Kekakuan atau kemarahan dapat luluh seketika oleh keramahan yang Anda berikan setulus hati. Keramahan yang tulus ikhlas tak jarang menumbuhkan kesetiaan untuk menjaga hubungan tetap terjalin indah dan saling memberikan manfaat. Keramahan juga berguna untuk meningkatkan prospek bisnis, meskipun di tengah situasi ekonomi global semakin lesu dan persaingan yang semakin kuat seperti saat ini. Keramahan dalam pelayanan mengistimewakan nilai dari produk yang Anda tawarkan. Dalam hal ini kita dapat belajar dari kesuksesan rumah makan Mamink Daeng Tata di Jakarta. Rumah makan yang didirikan H. Mamink sejak tahun 1993 itu tidak sekadar menyuguhkan makanan yang mengesankan di lidah. Menurut Hendri Adnan, Relationship Manager Resto Mamink Daeng Tata, keistimewaan rumah makan tersebut adalah layanan manis pemilik dan semua karyawanan. Mereka tidak segan-segan menyapa bahkan mengantarkan tamu sampai ke mobil. Demi memelihara keakraban dan kesetiaan para tamu, pihak rumah makan tersebut juga tidak segan mengirim SMS kepada para pelanggan yang sudah lama tidak berkunjung. Alhasil, rumah makan yang sederhana itu setiap hari selalu ramai pengunjung. Bahkan tak jarang para pengunjung harus rela bersabar untuk mendapat tempat. Berbagi dengan orang lain tidak harus selalu sama dengan pengorbanan materi. Bersikap ramah adalah cara yang paling mudah sekaligus murah untuk berbagi. Cobalah tersenyum manis sambil menyapa dengan sopan dan lembut, niscaya itu merupakan amal baik Anda yang disukai banyak orang tak mudah dilupakan. Keramahan tidak akan menyebabkan efek samping yang mematikan kecuali manfaat yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan, hubungan sosial, bisnis, spiritual, dan lain sebagainya. Nikmat manisnya keramahan tentu saja berbeda dengan manis gula yang dapat menyebabkan diabetes, kebutaan, dan penurunan fungsi organ dalam tubuh lainnya. Beberapa manfaat keramahan tersebut di atas terasa begitu manis seumpama manisan, jadi jangan buang waktu lagi untuk segera menikmatinya.[aho] Sumber: Manisan Keramahan oleh Andrew Ho, seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.
 | Success | May 28, '08 10:58 PM for everyone |
http://www.geocities.com/Athens/Forum/1327/td_success.html by Pat Nordman "To one he gave five talents. . .to another two talents, and to another one talent, each according to his ability" Matthew 25:15. If we who claim to be Christian would claim the dormant power sealed within us and exercise whatever talents--gifts--God has graced us with and then use them for God and others, just think of the revolution that would take place on this earth! God never intended for any of us to be unsuccessful. In fact, He called us to be bright lights and preserving salt and people who serve. Elbert Hubbard, a very successful man, described a successful person as one who tries, not cries; who works, not dodges; who shoulders responsibilities, not evades them; who gets under the burden instead of standing off, looking on, and giving advice. Charles Kingsley said: "The men whom I have seen succeed best in life have always been cheerful and hopeful men, who went about their business with a smile on their faces, and took the changes and chances of this mortal life like men, facing rough and smooth alike as it came." The following is a ladder of success: 0%-I won't; 10%-I can't; 20%-I don't know how; 30%-I wish I could; 40%-What is it?; 50%-I think I might; 60%-I might; 70%-I think I can; 80%-I can; 90%-I will; 100%-I did. Someone commented that success is 10% inspiration and 90% perspiration. Together that gives us the 100% of "I did." We moan that we have no talent and opportunities when it is perseverance and concentration we need. "Use what talents you possess; the woods would be very silent if no birds sang there except those that sang best." Henry Van Dyke. The birds don't worry about which of them sings best, either; they just do what is natural for them. Instead of worrying about others' talents, let us thank God for our own and get on with using them, for what we don't use, we soon lose. © Pat Nordman .. ...and by his light I walked through darkness!JOB 29:3 NIV
Posted by: Ida Arimurti' "What you see in your mind, you're going to hold it in your hand" (Bob Proctor) Sekarang ini, di mana-mana begitu ramai dibicarakan The Secret, buku yang ditulis oleh penulis kelahiran Australia Rhonda Byrne. Buku yang menggemparkan ini telah memopulerkan nama Rhonda Byrne dan menobatkan dirinya menjadi salah satu perempuan berpengaruh di dunia saat ini. Apakah yang menarik dari buku The Secret ini? Intisari The Secret adalah The Law of Attraction atau hukum daya tarik. Inti dari hukum daya tarik ini adalah like attract like. Artinya, sesuatu akan menarik sesuatu yang mirip dengannya. Jadi, saat kita memikirkan sesuatu, dikatakan bahwa kita sedang menarik sesuatu itu ke arah diri kita. Bayangkanlah seorang ibu yang seringkali mengalami kecopetan. Masalahnya, setiap kali ke pasar, ia selalu membayangkan dan dihantui bayangan para pencopet. Setiap kali mengalami kecopetan, ia semakin ketakutan dan semakin membayangkan hal itu terjadi lagi berulang kali. Pikiran si ibu itu menjadi magnet bagi para pencopet untuk mendekatinya. Di sisi lain, ada seorang mahasiswa teologi yang mengatakan saat dirinya melancong ke luar negeri, ia tidak memiliki tabungan cukup dan tidak kenal siapa pun. Modalnya hanya berdoa dan membayangkan jalan mulus membentang di hadapannya. Anehnya, banyak kemudahan dan jalan 'bantuan' datang menghampirinya saat ia membutuhkan. Dalam hukum daya tarik ini, pikiran kita bereksistensi ibarat magnet. Pikiran kita memiliki getaran frekuensi yang kita pancarkan ke sekeliling kita. Akibatnya, getaran ini mulai memengaruhi lingkungan sekitar kita dan mulai menarik alam semesta (universe) terkait berbagai hal kembali kepada diri kita. Jadi, kalau getaran frekuensi yang kita pancarkan merupakan getaran kesuksesan dan kebahagiaan, alam semesta akan mengatur kesuksesan dan kebahagiaan itu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Sebaliknya, bila yang kita pikirkan adalah marabahaya, maka kemungkinan besar hal-hal yang tidak kita inginkan itulah yang bakalan menghampiri kita. Mendukung mimpi Seperti dikatakan DR.Joe Vitale, salah seorang pembicara dan penulis yang turut memberikan kontribusi dalam buku The Secret, "Alam semesta akan mulai mengatur dirinya, untuk membuat apa pun yang terpikirkan olehmu, mulai termanifestasikan bagi dirimu". Persis seperti pesan Sang Alkemis, novel spiritual Paulo Coelho. Di sana, dikisahkan tentang Santiago, seorang bocah penggembala domba dari Padang Andalusia, yang mengelana mewujudkan mimpi-mimpinya. Pesan utamanya, "Orang yang meyakini seluruh mimpi-mimpinya, maka seluruh alam semesta akan membantunya dalam mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan." Bayangkan dengan mereka yang phobia dengan cecak dan takut kalau-kalau ada cecak. Akibatnya, jutsru mereka 'menarik' cecak di mana-mana. Demikian pula yang takut kegagalan, justru mereka menarik energi kegagalan dalam diri mereka. Sebaliknya, kalau kita menarik kekayaan, kesuksesan, uluran tangan, dan kebahagiaan, maka itulah yang akan tertarik ke arah dirimu. James Ray, salah satu pemikir terkenal dan kontributor buku ini memakai metafora menarik. Bayangkanlah dunia ini seperti kisah lampu Aladin dalam dongeng 1001 Malam. Bayangkan, saat dirimu membutuhkan sesuatu dirimu tinggal menggosok lampunya, maka akan muncul jin ajaib dan berkata pada Anda, "Your wish is my command" (harapan Anda adalah perintah untuk saya). Bayangkanlah alam semesta mengatakan hal tersebut kepada diri Anda. 3 Langkah Ada tiga langkah dalam proses the Law of Attraction ini. Ketiga langkah tersebut mencakup keberanian meminta (ask), keyakinan akan menerima (believe), dan kemampuan dan perasaan telah menerima (receive). Kalau dicermati prosesnya kembali, maka dikatakan, segala sesuatu dimulai dari keinginan dan kemauan kita untuk meminta dan mengharapkan hal yang positif terjadi dalam hidup kita. Seperti dikatakan Jack Canfield dalam bukunya The Aladdin Factor, "Jika kamu tidak pernah meminta, maka kamu tidak akan pernah menerimanya". Setelah meminta, maka dibutuhkan keyakinan bahwa kita bisa menerimanya. Banyak orang meminta sesuatu, tetapi kemudian menjadi ragu-ragu sehingga apa yang ada tidak betul-betul termanifestasikan. Tanpa sadar terjadi energi 'penolakan' akibat keragu-raguannya. Langkah terakhir adalah kemampuan kita untuk menerima atau, kalaupun belum terasakan sekarang, tetapi merasa telah mulai dalam proses menerima apa yang diharapkan. Masalahnya, banyak orang tidak sabar dan berhenti saat apa yang diharapkan tidak langsung terjadi. Otak membutuhkan penyesuaian dan alam semesta membutuhkan waktu mewujudkannya, tetapi kita sendiri harus meyakininya. Lagi pula, penting pula kita untuk mendoakan dan mengharapkan bantuan tangan dan izin Tuhan sehingga apa yang kita pikirkan terwujud. Sebab, bagaimanapun hukum ini kita imani berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, doa dan keyakinan atas berlakunya the law of attraction ini tetaplah menjadi hal penting. Akhirnya, the law of attraction ini mengingatkan kita satu hal penting. Marilah kita selalu sadar dengan apa yang kita pikirkan. Hal ini akan menjadi sebuah medan magnet yang luar biasa. Bayangkan, melalui pikiran itulah kita sedang membuat lukisan kehidupan kita sendiri. Kesimpulannya, kita, adalah apa yang kita bayangkan setiap hari. Sumber: Jadilah Magnet Atas Suksesmu oleh Anthony Dio Martin "If You're planning for year, sow rice. If You're planning for a decade, plant trees. If You're planning for a lifetime, educate people to plant trees."
Posted by: Rahul D The story: I'm on the cross-country plane from LA to New York City. Now the guy in front of me is a mountain of a man -- 250lbs, easy. And as soon as the plane takes off, this guy fully reclines his seat. Now normally, this is not a problem. You lean back, I lean back, and it all evens out. But this guy was huge. So his seat leans a little bit *extra*. All the way into my knees. Practically on my lap. For the next 6 hours. He was leaning so far back that I could barely read the book I had. At this point I had a choice. I could be polite. Well, everybody leans back in a plane, so it's only fair. I shouldn't be complaining, right? He has a right to lean back like anyone else. But I look at his seat, and it's leaning a good 30 degrees more than anyone else. Straight into my knees. C'mon, man. Patience. You meditate. You do yoga. You can handle this. This is not a big deal. It's only 6 hours. You've handled much worse than that. Now, before I go on, let me ask you this: If I don't ask this guy to pull his seatback up a little bit, what are the chances that he's going to look over and say, "Oh you poor thing, I'm sooo sorry, let me straighten my chair up for you so it doesn't ram into your knees"? Pretty much zero. And in a moment, all the instances in my life when I didn't ask for what I wanted came back to me --when I didn't ask the girl out because I was too shy, or because it would infringe upon her time, or because she might have a boyfriend; when I didn't ask for the regrade when the professor made a mistake grading my exam; when I didn't ask for the raise when I deserved it; when I wanted to be invited to the party, too but was afraid I'd be shut out; when I wanted to play offense on the soccer team instead of defense but didn't ask --*every* one of those instances came back. And I asked myself: when was I going to stop this nonsense? Would I have to turn 40 to start asking for what I wanted? 50? 70? When was it going to be 'okay' to stand my ground? For your information, I have relatives who are over 60 who STILL don't ask for what they want. And they wonder why they're so chronically dissatisfied. So I leaned forward and said, firmly but politely, "Sir, your seatback is digging into my knees a little bit. Would you mind moving a little forward?" The guy, realizing that he was practically in my lap, scrambled in a millisecond and straightened up. And my knees were smoosh-free and happy for the next 6 hours. Now this is not a big deal. What is a big deal is the reluctance of some of us to ask for what we want. Just the spectre of potential rejection keeps us from even framing the question that will get us what we want. Well, get over it! At the very least, ask for godssakes. The very worst that can happen is that you'll have status quo ante bellum. But most of the time, to your own shock and amazement, you'll end up getting what you want. Especially if you're good at phrasing your question. But, back to you, I want you to think about at least one time this month when you wimped out and didn't ask for what you wanted. Maybe someone cut in line in front of you, accidentally or intentionally, and you didn't stand your ground. Maybe you were on the phone with someone you wanted to take out, and you didn't ask for the date. Maybe you needed a little more time to get a project done, and you didn't ask whether it was even possible to get an extension. The Old Testament says, "Ask and it is given." Well, I'll tell you that asking is not necessarily a guarantee that something will be given. But *not* asking is a definite guarantee that it won't be given. So stand tall, gather yourself, and ask for what you want. No need to complain. No need to explain. Just do it -- fully congruent, without apology. Strengthen the muscle of intention. Next time, we're going to talk a little bit more about how to do that. The power is within you, Dr Alex
Oleh: Erwin Arianto Beberapa hari ini saya mengalami beberapa hal yang unik seorang tim saya bertanya, "pak enak ya jadi bapak tinggal menyusun jadwal, memberi instruksi dan mengevaluasi kerja kami" suatu pernyataan yang awalnya membuat saya terkejut dan sedikit kesal. memang kita hidup kadang saling memandang orang lain. terkadang saya pun melihat kehidupan orang lain lebih enak dibanding dengan kehidupan saya. Benarkah seperti itu? dan dalam hati saya berkata sudah lah jadilah diri sendiri. Memang yang namanya rumput tetangga itu selalu lebih hijau dibandingkan rumput di halaman sendiri. Itu artinya orang lain sepertinya selalu lebih baik dari diri kita sendiri. Tapi apa iya sih begitu? Boleh jadi, perasaan tersebut lahir akibat salah satu kebiasaan manusia yang tidak pernah bosan membandingkan dirinya dengan orang lain. Hidup kita tentu akan menderita jika merasa diri sendiri selalu lebih rendah dan kecil. Maka, tidak akan tenang hidup jika kita selalu membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain dan menganggap orang lain lebih hebat. Apalagi, jika kita kemudian secara membuta mencoba menjadi orang lain. ungkapan yang menganjurkan untuk "menjadi diri sendiri" tampaknya lebih ditujukan agar kita jangan terlalu memaksakan diri untuk sama seperti orang lain. Setiap orang adalah unik, tidak ada dua individu yang sama, karenanya kita tidak perlu berkecil hati apabila kita tidak seberuntung orang lain (misalnya). Menurut saya, saat ini kita tentunya sudah menjadi diri sendiri. Bisa saja tindakan-tindakan yang kita lakukan terpengaruh dari orang-orang tertentu, namun perilaku kita akan mencerminkan siapa diri kita yang sebenarnya. Sepintar-pintarnya kita menirukan orang lain, atau sedemikian kuatnya pengaruh orang lain terhadap diri kita, tindakan yang kita lakukan adalah murni dari kita sendiri, dengan kata lain ¨C itulah diri kita sendiri. Menjadi diri sendiri membuat Anda memiliki fondasi kepribadian yang kuat. Memang, untuk menjadi diri sendiri tidaklah mudah.Menjadi diri sendiri seperti apa 1. Jadilah pribadi yang berbeda Menjadi diri sendiri yang berbeda dan unik. Setiap orang memiliki ciri khas dan karakter masing-masing. Hal ini menyiratkan bahwa di satu sisi Anda memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain tetapi di sisi lain Anda juga mempunyai kekurangan dibanding orang lain. Jadi jadilah diri sendiri yang berbeda dan luar biasa. 2. Jangan menyesali diri Memang pada dasarnya kita adalah berbeda dengan orang lain, kita memiliki kelemahan atau kekurangan Namun jangan sekalipun menyesalinya. Tak perlu repot membandingkan kekurangan Anda dengan kelebihan orang lain. Karena disamping kekurangan, Anda juga punya potensi lain dan kelebihan. Dan jangan sampai Anda menempuh 'jalan pintas' untuk merubah diri Anda. Lebih baik gali kelebihan Anda untuk menutupi kekurangan Anda. 3. Hargai diri sendiri Berpikirlah positif tentang diri Anda. Sekalipun Anda punya kekurangan, Anda tidak boleh menilai buruk dan membenci diri sendiri. Jika Anda selalu dibayang-bayangi kelemahan Anda, Anda akan kesulitan menerima dan menghargai diri sendiri. Maka Anda harus memulainya dari diri Anda. Jika Anda saja sudah tidak menghargai diri sendiri, bagaimana dengan orang lain. 4.Berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain. Standar ideal kadang membuat kita lupa sosok diri kita yang sesungguhnya. Banyak dari kita terus mengejar standar-standar itu hingga kita terus merasa tidak puas dengan keadaan kita yang sesungguhnya. Kita terus dimanjakan oleh fantasi menjadi orang lain. Banyak pria dan wanita terus menerus membandingkan diri mereka dengan orang lain untuk melihat apakah mereka lebih pintar, lebih langsing, ahli, kharismatik, bijaksana, cantik, bergairah dan sebagainya. Kita perlu menghentikan kebiasaan-kebiasaan seperti itu, bila Anda ingin menjadi diri sendiri. Ingatlah hanya satu diri Anda yang unik yang lebih sempurna dibandingkan menjadi orang lain yang hebat sekalipun. 5.Bergembira dengan siapa diri Anda. Bergembiralah, tidak perlu malu dengan keadaan Anda saat ini. Anda tidak perlu menjadi orang lain untuk melakukan apa yang Anda dapat lakukan, lakukan saja bila kesempatan terbuka untuk Anda. Arthur Schopenhaeur menulis; manusia merampas tiga perempat potensi mereka hanya karena mereka berusaha menjadi orang lain. 6.Memberi izin terhadap diri sendiri untuk gagal. Kegagalan yang Anda alami membuat Anda putus asa, setiap kali Anda mengingatkannya membuat Anda menjadi stres. Anda tidak pernah memasukan kata gagal dalam kamus pribadi Anda. Akibatnya akan terus menyalahkan diri Anda sendiri. Berhentilah menyalahkan diri Anda sendiri, dengan demikian memberikan kesempatan buat diri untuk berkembang. Rasa bersalah akan membuat pikiran Anda menjadi sempit dan semakin susah buat Anda menemukan gagasan yang terbaik. Menjadi diri Anda sendiri akan membuat diri Anda semakin besar rasa hormat kepada orang lain, semakin Anda mengerti diri sendiri maka Anda akan lebih mengerti sikap dan pengertian terhadap hak-hak orang lain. Misalnya, bila Anda mudah tersinggung maka tentunya akan bersikap tidak akan membuat orang lain tersinggung. Inilah yang saya maksudkan sebagai pembinaan diri setelah melalui tahap pencarian jati diri dulu. Menjadi diri sendiri adalah sebuah pilihan untuk memanfaatkan setiap potensi yang dimiliki, bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Bukan pula untuk diumbar tanpa makna. Setiap orang berbeda, setiap orang lahir, tapi pilihan untuk jadi dirinya atau tidak. Tapi memilih menjadi diri sendiri-meski orang bilang apa-adalah pilihan bijak untuk menghadapi hidup.bahwa kita sebenarnya tidak perlu menutup-nutupi keadaan kita yang tidak perlu ditutupi. Di tengah-tengah kehidupan kita menemukan bahwa sering "lebih aman" bagi kita memilih untuk "menutupi diri" daripada harus membuka keberadaan kita, baik itu pendirian, perasaan, maupun kelemahan dan kesalahan kita. Penyebabnya, karena tidak jarang dari kita yang mengalami luka akibat penolakan yang dilakukan oleh lingkungan kita masing-masing, baik itu di dalam rumah tangga, keluarga, sekolah, kampus, maupun tempat kerja kita. Kita menemukan bahwa lingkungan kita seringkali tidak seramah yang kita harapkan atau inginkan. Akibatnya, menutup diri dan tidak jarang "berpura-pura", merupakan alternatif yang lebih aman yang sering kita pakai untuk menghadapi suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Melalui tulisan ini, saya ingin anda mengerti bahwa ada suatu kekuatan yang sangat besar yang mampu menyentuh dan mempengaruhi kehidupan orang lain sedemikian dalam, yaitu pada saat anda menjadi diri sendiri. Menjadi diri Anda sendiri berarti Anda berhenti berpura-pura menjadi orang lain, Anda tidak lagi takut tidak memenuhi harapan orang lain. Ini bukan berarti bahwa Anda tidak mempedulikan pikiran-pikiran orang lain. Tentu saja Anda peduli, hanya saja Andalah yang mengarahkan kehidupan Anda sendiri. Anda sendirilah yang mengatasi rasa ketakutan itu dari pilihan-pilhan yang ada. Ketulusan adalah hal utama, Anda dapat menerima dari sisi baik dan buruk dari diri Anda sendiri Jadi sudahkah kita menjadi diri sendiri? "Being real, being human, being yourself, the first step in becoming to succes."
Oleh: Erwin Arianto http://erwin-arianto.blogspot.com/2008/04/tersenyumlah-pada-diri-sendiri.html Salah satu hal yang membantu kita menerima diri sendiri adalah dengan menghargai diri sendiri. Pandangan jelek terhadap diri sendiri, baik beralasan maupun tidak, sedikit banyak akan tercermin dalam sikap terhadap orang-orang disekitar kita. Misalnya, jika kita merasa tersiksa karena kita merasakan suatu kekurangan, rasa penyesalan itu akan tertumpuk dalam hati kita, yang kemudian tersalurkan dalam bentuk sikap permusuhan terhadap dunia luar. Sebaliknya jika kita belajar untuk menghargai dan bersikap ramah pada diri sendiri, maka sedikit banyak akan bisa menambah cinta kita kepada orang lain. Bila kita tak sanggup memecahkan persoalan-persoalan kita diri sendiri, kita mulai membenci orang lain. Hasilnya adalah bisa dikatakan sebagai lingkaran setan yang akan menghancurkan diri sendiri, yaitu : "BENCI DIRI SENDIRI, BENCI ORANG LAIN, AKIBATNYA DIBENCI JUGA OLEH ORANG LAIN", kita semua menghargai diri kita sendiri, dominant atau tidak, pd atau tidak pd, pintar atau tidak pintar,Sukses atau Gagal kita harus menghargai diri kita sendiri.. Kalau kitak menghargai diri sendiri, bagaimana orang mau menghargai kita? Kita diajar untuk memberikan senyum pada orang lain. Namun, sepertinya tak banyak orang belajar tersenyum pada dirinya sendiri. Mengapa anda tak memulainya? Ambillah cermin yang cukup besar. Bercerminlah tidak terlalujauh atau terlalu dekat. Carilah jarak agar anda dapat melihat seluruh wajah anda dengan baik. Kemudian, tersenyumlah. Berikan senyum terbaik anda padadiri anda sendiri. Perhatikan seluruh lengkung bibir, penampakan gigi,kerut di sudut mata, garis pipi, desir rambut dekat telinga dan jangan lupa cahaya yang terpancar dari bola mata serta air muka berseri-seri yang mengalir dari seluruh gerak senyum anda. Tersenyumlah sedemikian rupa sehingga anda bisa menerima bahwa senyum anda telah menghibur diri anda sendiri. Ini bukan berlatih agar tampak cantik, tampan atau menarik. Sama sekali bukan.Ini adalah bagaimana anda bisa menerima dan berdamai dengan diri anda sendiri. Bila anda tidak mampu bersahabat dengan senyum anda sendiri,bagaimana senyum anda bisa menyejukkan orang lain? Dengan menghargai diri sendiri, kita bisa mendapatkan banyak keuntungan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang-orang di sekitar kita. Jika kita bisa menghargai diri sendiri, kita dapat memandang diri secara positif. Apabila kita memiliki pandangan positif, kita bisa melihat kelemahan kita sebagai suatu kesempatan memperbaiki dan mengembangkan diri. Kita juga melihat kekuatan kita sebagai anugerah yang dapat kita manfaatkan untuk berbagi dengan orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian, kita bisa membuat diri kita berharga dan berguna bagi lingkungan kita dan orang-orang di sekitar kita. Bagaimana cara menghargai diri sendiri: 1. Kenali Diri Sendiri mengenali diri merupakan bagian tersulit dalam proses menghargai diri. Mengenali diri merupakan sebuah proses yang menuntut kejujuran kita dalam melihat dan mengevaluasi diri. Hanya dengan kejujuran inilah kita bisa mengidentifikasi keunggulan kita dan hal-hal dalam diri kita yang masih perlu kita perbaiki ataupun kembangkan lebih lanjut. Dengan mengenal diri kita dengan baik, kita bisa memilih strategi terbaik untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Jika kita telah mengenal diri dengan baik, kita bisa memahami kekuatan kita yang bisa kita "bagikan" kepada orang lain. Kita juga bisa memahami apa yang bisa kita pelajari dari orang lain. 2: Menghargai Diri sebagai Ciptaan Tuhan Menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan membuat kita tetap rendah hati walaupun telah diberi kesempatan menikmati banyak kesuksesan. Menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan juga dapat membuat kita lebih tegar dalam menyikapi kelemahan kita. Semua ciptaan Tuhan adalah sempurna menurut fungsi dan tanggung jawab yang kita emban dalam hidup ini. Kita tidak perlu meratapi diri dalam menghadapi kelemahan yang tidak bisa diperbaiki. Kelemahan ini membuat kita mendapat kesempatan melihat hal-hal lain yang bisa kita lakukan bukan terpaku pada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan lagi. 3. Sadari bahwa kita ini unik Yakinlah bawwa diri kita adalah unik dan tidak ada yang bisa menduplikasi dari keunikan kita. Dari jumlah manusia yang milyar angkanya , tidak ada yang seperti kita sebelum kita hadir di dunia ini, dan tidak ada yang seperti kita pada saat kita ada didunia ini, lebih lagi di masa akan datang tidak aka nada yang bergerak, berbicara dan berpikir sama persis seperti kita. 4: Atasi Kelemahan Anda langkah yang satu ini sering kali sulit kita lakukan. Kita seringkali tidak mau mengakui kelemahan kita. Kita sering kali mengandalkan penilaian orang lain semata terhadap kelemahan kita. Padahal sebenarnya jika kita jujur, kitalah orang yang seharusnya lebih tahu kelemahan kita sendiri. Jika kita jujur, kita mungkin mendapatkan bahwa kelemahan kita mungkin saja bukan kelemahan, tetapi kesalahan yang kita lakukan: kebiasaan buruk (misalnya: kebiasaan menunda pekerjaan, kebiasaan melakukan terlalu banyak pekerjaan dalam kurun waktu tertentu; sikap negatif (misalnya: lupa berterima kasih pada orang-orang yang telah banyak membantu, lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri tanpa melibatkan orang lain); atau cara pandang yang salah terhadap kesuksesan dan strategi untuk meraih sukses. Langkah 5: Kembangkan Diri Anda Setelah kita mampu mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan kita, kita perlu membiarkan diri kita dibentuk menjadi lebih baik. Dalam hal ini kita tidak bisa melakukannya sendirian. Selain berusaha, kita perlu juga mengandalkan Sang Pencipta untuk membantu usaha pengembangan diri kita. Bagaimana jadinya kalau kita tidak bisa menilai diri sendiri dan menghargai diri kita sendiri. Kita layak kok mendapat sesuatu dari apa yang sudah kita lakukan. Anggap saja itu adalah pekerjaan dan kita dibayar atas apa yang udah kita kerjakan Salah satu jalan untuk belajar menghargai kontribusi diri sendiri. Dan faktor penting untuk menemukan kebahagiaan adalah berdamai dengan diri anda sendiri. Jika pandangan anda terhadap diri sendiri sehat, anda akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan apapun dari dunia luar yang ditujukan kepada anda. Jika anda mempunyai gambar diri yang rendah, hal pertama yang perlu anda sadari adalah anda tidak bisa terus bergantung kepada orang lain untuk memberi arti pada keberadaan anda, serta dalam melakukan pergaulan dengan sesama. Kita juga perlu belajar dari orang lain yang bisa menjadi teladan kita, dan bekerja sama dengan orang lain yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih dalam dari kita. Jadi kuncinya adalah kerendahan hati untuk meminta bantuan orang lain untuk pengembangan diri kita. Langkah pertama untuk sukses adalah menghargai diri sendiri. Hanya dengan demikianlah kita bisa mengetahui bagaimana menghargai orang lain. Satu-satunya orang yang akan menghabiskan seluruh hidup bersama anda adalah diri anda sendiri, jadi jika anda ingin bahagia seumur hidup anda, waktu anda untuk berdamai dengan diri sendiri adalah saat ini, dan Tersenyum pada diri sendiri, sudahkah anda tersenyum untuk diri anda sendiri?
1. Take a 10-30 minutes walk every day. And while you walk, smile. It is the ultimate anti-depressant. 2. Sit in silence for at least 10 minutes each day. Buy a lock if you have to. 3. Buy a DVD Recorder and tape your late night shows and get more sleep. 4. When you wake up in the morning complete the following statement, 'My purpose is to __________ today.' 5. Live with the 3 E's -- Energy, Enthusiasm, and Empathy. 6. Play more games and read more books than you did in 2007! 7. Make time to practice meditation, yoga, tai chi, and prayer. They provide us with daily fuel for our busy lives. 8. Spend time with people over the age of 70 & under the age of 6. 9. Dream more while you are awake. 10. Eat more foods that grow on trees and plants and eat less food that is manufactured in plants. 11. Drink green tea and plenty of water.. Eat blueberries, wild Alaskan salmon, broccoli, almonds & walnuts. 12. Try to make at least three people smile each day. 13. Clear clutters from your house, your car, your desk and let new and flowing energy into your life. 14. Don't waste your precious energy on gossip, energy vampires, issues of the past, negative thoughts or things you cannot control. Instead invest your energy in the positive present moment. 15. Realize that life is a school and you are here to learn. Problems are simply part of the curriculum that appear and fade away like algebra class but the lessons you learn will last a lifetime. 16. Eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a college kid with a maxed out credit charge card. 17. Smile and laugh more. It will keep the energy vampires away. 18. Life isn't fair, but it's still good. 19. Life is too short to waste time hating anyone. 20. Don't take yourself so seriously. No one else does. 21. You don't have to win every argument. Agree to disagree. 22. Make peace with your past so it won't spoil the present. 23. Don't compare your life to others'. You have no idea what their journey is all about. 24. No one is in charge of your happiness except you. 25. Frame every so-called disaster with these words: 'In five years, will this matter?' 26. Forgive everyone for everything. 27. What other people think of you is none of your business. 28. GOD heals everything. 29. However good or bad a situation is, it will change. 30. Your job won't take care of you when you are sick. Your friends will. Stay in touch. 31. Get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful. 32. Envy is a waste of time. You already have all you need. 33. The best is yet to come. 34. No matter how you feel, get up, dress up and show up. 35. Do the right thing! 36. Call your family often. (Or email them to death!!!) Hey I'm thinking of ya! 37. Each night! before you go to bed complete the following statements: I am thankful for __________. Today I accomplished _________. 38. Remember that you are too blessed to be stressed. 39. Enjoy the ride. Remember this is not Disney World and you certainly don't want a fast pass. You only have one ride through life so make the most of it and enjoy the ride. 40. Please Forward this to everyone you care about. May your troubles be less, May your blessings be more, May nothing but happiness come through your door!
From: Shiva 1. Constantly strive to increase order and discipline in your life. Discipline usually means doing the opposite of what you feel like doing. 2. Cherish time, your most valuable resource. You can never make up time you lose. Do the most productive thing possible at every given moment. 3. Think carefully before making any offers, commitments or promises, no matter how seemingly trivial. These are all contracts and must be honoured. These also include self-resolutions. 4. Strive to be exceptional in all important endeavours, by doing more than is expected of you. Give your best. Be willing to pay the price. Expect half-hearted results, or less from half-hearted efforts. 5. Develop an attitude of gratitude. Always show gratitude when earned, monetarily when possible. 6. Produce for wealth creation and accumulation. Invest profits for wealth preservation and growth. Be a producer first and foremost, and save a minimum of 20% of all earnings. Pay yourself first. 7. Cut all ties with dishonest, negative or lazy people. 8. Learn from the giants. 9. A little caution avoids great regrets. Hope for the best, and prepare for the worst. Keep fully insured physically and materially, and keep hedged emotionally. Insurance is not for sale when you need it. 10. Learn the other side's needs; offer as little information as possible; never underestimate your opposition, and never show weakness when negotiating. 11. Never enter into nor invest in a business without a solid, well-researched and well thought-out written business plan. Execute the plan with passion and precision. 12. Success comes quickly to those who develop great powers of intense sustained concentration. The first rule is to get involved by asking focused questions. 13. Protect your downside. The upside will take care of itself. Cut your losses short, and let your profits run. This takes tremendous discipline. 14. The primary purpose of business is to create and keep customers. Marketing and innovation produce results. All other business functions are costs. 15. If it's not proprietary, it won't work. Pay only on performance. 16. Competence starts with guaranteeing your work. 17. Life operates in reverse action to entropy. Therefor the universe is hostile to life. Progress is a continued effort to swim against the stream. 18. Focus first on doing the right things, and second on doing things right, by paying strict attention to details. 19. Use leverage with ideas. The ability to generalise is the key to intellectual leverage, work, money, time and people. To maximise profits, replicate yourself. Earning potentials become geometric rather than linear. 20. Rationalisations are generally convenient evasions of reality, and are used as excuses for dishonest behaviour and/or laziness. 21. Always have lofty, explicit goals and focus on them intensely. Assume the attitude that if you don't reach your goals, you will literally die! This type of survival mindset, no matter how briefly used, forces you to use your time effectively, and illuminates new ways of getting things done. 22. The value of any service you have to offer diminishes rapidly once it's provided. Protect your compensation before performing. 23. You can usually determine a person's character by the company he keeps. 24. Enthusiasm covers many deficiencies, and will make others want to associate with you. 25. Working for someone else gives you little or no chance to make a fortune. By owning your own business, you only have to become good to become wealthy. 26. Religiously nourish your body with proper nutrition, exercise and rest.
|
|