Catila's posts with tag: gamelan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag gamelan
Photo AlbumThe Ubud Festival July 2006 - Gamelan (4 photos)Jan 17, '07 6:59 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd


UBUD FESTIVAL yaitu sebuah pesta seni dan budaya sebagai salah satu upaya menarik wisatawan datang berkunjung ke Ubud. Pesta 1 bulan penuh ini dibuka dengan diiringi antraksi tarian Barong massal sebanyak 15 barong, kemudian ribuan penari kecak, dan berbagai pawai seni lainnya. Juga ikut meramaikan adalah turunnya maestro lukis Bali dengan maestro lukis dari negara barat dalam perpaduan east and west. Setiap harinya, akan dipentaskan berbagai macam pertunjukan seni serta pameran seni di lapangan Astina Ubud.

Ini adalah foto-foto ketika grup gamelan kami ikut berpartisipasi.
Grup kami 2kali manggung, di sekitar awal-awal dimulainya Ubud Fest, dan di sekitar berakhirnya Ubud Fest.

Yang pertama, ini memang pertunjukan gamelan. Jadi, pada malam itu, beberapa grup bergiliran manggung.

Sedang yang kedua kalinya, waktu itu pemberitahuan nya mendadak. Pada hari kami berlatih, Pak Kadek memberitahukan kalo besok atau lusa (lupa), grup kami diminta untuk membantu membuka acara yang dihadiri pejabat (lupa dah sapa pejabatnya, yang pasti, karena ada pejabat yang hadir, makan baik juga kalau dibuka dengan gamelan yang keren ini kqkqkq).

Nah, jadi kami berlatih 2tabuh dan 1 tarian panyembrahma. Tapi, kami tidak tahu ini untuk acara apa. Saya pikir siy, acara seperti biasa, hanya pertunjukan aja.

Pada hari H, kami berkumpul di Pondok Pekak. Setelah lengkap, dan mendekati jam nya, kami jalan ke lapangan. Setelah diminta bersiap, kami naik ke belakang panggung.

Malam itu, ada banyak banget orang dibelakang panggung. Semuanya pake baju hitam-hitam. Kayanya, semua nya cowok, deh. Hmm..mikir niy…mang ini acara apa siy? Band kali yah…

Trus, kami dipanggil untuk maju ke panggung. Dari rencana main 3lagu, berubah jadi hanya 1saja, tari panyembrahma. Karena, acara molor, sehingga terlalu lama kalau harus mainin 3 lagu.

Nah, dipanggung itu lah baru ketahuan untuk apa kami manggung malam ini….untuk membuka acara penyerahan piala bagi pemenang kontes Body Building…kqkqkq

Weleh..weleh…pantes aja…orangnya koq pada sangar2 gitu…mana pada baju iteemmmm semua…Banyak banget! Yang pada berkeleleran di belakang panggung. Pada duduk2 kaya nge-gank gitu...kqkqkq

Sayang niy, ga ada foto2nya. Ini hanya foto2 waktu manggung yang pertama aja.

ddd
dThumbnaild
ddd

Waktu rombongan kami datang, acara baru saja mulai. Di dalam ruangan kelas, sedang ada pertunjukan drama yang dimainkan oleh murid-murid Yayasan Senang Hati.

Dramanya, menceritakan tentang seorang Putri, yang diminta oleh Ibu Ratu untuk memilih calon suami. Untuk itu, kerajaan menggelar sayembara. Barang siapa menjadi pemenang, dialah yang akan menjadi suami Sang Putri. Ternyata, Sang Putri memilih pemenangnya, seorang yang miskin dan cacat, namun pandai melukis.

Berakhir dengan happy ending, dan tak lupa memberi kekuatan pada diri, bahwa orang yang miskin dan cacat, tidak boleh malu dengan kecacatan nya, melainkan selalu berusaha untuk bisa mandiri dan maju dalam keterbatasan nya.

Ada yang menarik dari drama ini. Drama ini dimainkan oleh anak-anak cacat. Dalam keterbatasan tubuhnya, mereka menggunakan kostum lengkap dan berusaha memainkan peran dengan sebaik-baiknya.

Saya terkesan dan terharu sekali, dengan pemeran Patih kerajaan. Masih kecil banget, kalau tidak salah, umurnya 5tahun. Memiliki kaki agak lemah, sehingga tak terlalu kuat untuk menyangga badan nya sendiri.

Thanding (yang melatih drama) cerita, kalau sebenarnya, anak ini ga jadi maju ke panggung karena merasa capek, ga kuat jalan. Di sesi pertama, memang akhirnya tidak muncul. Tapi, di sesi kedua, dia berusaha untuk muncul.

Dia jalan, lambat dan satu2 dengan kruk nya. Penonton pada berdiri, karena lama menunggu2, koq tidak ada yang mucul... Padahal, anaknya lagi jalan pelan2. Sampai di depan dia mengucapkan dialog nya, dan orang2 pada terharu dengan penampilan nya. Anak ini peserta terkecil di acara drama ini.

Selanjutnya, acara dilanjutkan di halaman Yayasan.
Yaitu, tari Panyembrahma, dilanjutkan dengan beberapa tari topeng dan bondres.
Bondres ini, semacam dagelan diiringi gamelan kalo di Jawa.

Tari Topeng dan Bondres nya dimainkan oleh anak-anak dari Yayasan Senang Hati.
Ceritanya tentang sebuah keluarga yang punya anak, tukang mabok. Dengan mengajaknya untuk aktif melukis di Yayasan, anak ini sadar akan kesalahan nya, dan kembali ke jalan yang benar.

Dihari Ulang Tahun nya, Yayasan ini menggelar juga pameran hasil ketrampilan anak-anak Yayasan, terutama Lukisan.

Dibawah ini, sedikit uraian tentang Yayasan Senang Hati:

Tentang Yayasan Senang Hati

Banyak orang cacat di Bali masih hidup di dalam isolasi disebabkan karena sikap adat terhadap kondisi mereka. Ketidak-sempurnaan mereka sering diasosiasikan dengan hukuman karma atau akibat dari black magic. Rasa malu dan kurangnya pengertian akan kekurangan ini sering menghambat orang untuk mendapatkan perawatan atau mencari kebahagiaan hidup yang sepenuhnya.
Pada awal tahun 2002 sekelompok relawan asing mengorganisasi beberapa orang cacat di bali untuk piknik ke tempat-tempat yang menarik. Untuk kebanyakan dari mereka, ini adalah kesempatan yang pertama kali untuk keluar dari desa dan bercampur dengan orang-orang yang senasib. Pada tahun 2003 kelompok ini memutuskan untuk memberi nama Senang Hati bagi kelompok mereka dan terus aktif mencari anggota-anggota baru untuk masuk dalam kelompok mereka. Pada bulan Mei 2003 kelompok ini akhirnya resmi menjadi sebuah yayasan yang terdaftar dengan komite managemennya adalah orang-orang cacat di Bali. Sejak saat itu jenis kegiatan mereka makin bertambah sebagaimana juga anggota dan sumber dayanya. Pada bulan Juni 2003, Glen Adams seorang businessman Amerika mengontrak sebuah sekolah di Tampak Siring yang sudah tidak dipergunakan lagi untuk disumbangkan ke Yayasan Senang Hati agar bisa digunakan sebagai tempat pusat kegiatannya. Sekarang tempat ini menfasilitasi sebuah Gallery, ruangan kelas, fasilitas fisioterapi, asrama dan ruang pelatihan komputer.

Sejak berdirinya Senang Hati, kehidupan anggota-anggotanya telah berubah dengan drastis. Dengan mendapatkan kursi roda untuk pertama kalinya mereka bisa keluar rumah sendiri. Mereka belajar menggunakan komputer, mendapatkan pekerjaan di pemerintahan dan swasta, menjual hasil karya mereka dan ada yang sudah pergi ke luar negeri. Yang paling penting, mereka belajar untuk berhubungan sosial diantara mereka dan dunia luar sambil meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan mereka.

Pernyataan Misi Senang Hati
-------------------------------------------------------------------------------
Bekerja sama dengan organisasi yang terkait, Senang Hati berharap untuk meningkatkan kepercayaan diri orang cacat dan menggairahkan kebebasan dan integrasi sosial, ekonomi dan kehidupan.

Visi Senang Hati adalah untuk membantu orang cacat di Bali untuk lebih berpartisipasi di dalam masyarakat, supaya bisa merubah sikap masyarakat yang negatif terhadap mereka. Integrasi adalah tantangan yang paling besar.

Tentang Program Yayasan Senang Hati
--------------------------------------------------------------------------------
Senang hati menyediakan lingkungan yang aman dimana orang-orang cacat bisa bertemu dengan yang lainnya dan lambat laun bisa meningkatkan keyakinan untuk mempelajari kebisaan baru dan bergerak dengan penuh keyakinan di dunia yang luas ini. Fisioterapi dan sumbangan kursi roda membantu kebebasan bergerak mereka dan pelatihan memberikan kepercayaan diri.

Kami mencoba untuk menyampaikan kebutuhan sosial, ekonomi, pendidikan, fisik dan kreasi melalui kegiatan-kegiatan:

Pelatihan – Kursus komputer, Kursus bahasa Inggris dan literatur, pelatihan pertolongan pertama, Pelatihan kepemimpinan, pelarihan ketegasan, kemampuan dalam bidang seni dan kerajinan tangan, menghasilkan cetakan untuk alat pembantu pendengaran

Program Fisik – Berenang dan aqua therapy, Fisiotherapy dan Gerak Badan, menari

Kegiatan Kebudayaan – Kunjungan ke Pura dan Upacara, Pembukaan Gallery dan Pameran, membaca puisi, Berpesiar.

Silahkan kunjungi Senang Hati Center di Jalan Sasi Brata, Br. Tengah, Tampaksiring, Gianyar, Bali. Anda juga bisa melihat hasil karya mereka di Program Bali Cares, Jalan Raya Hanoman No 42, Ubud, Bali.

Bagaimana Anda Bisa Mendukung Kegiatan Yayasan Ini
--------------------------------------------------------------------------------
Aktifitas Yayasan Senang Hati sepenuhnya didanai oleh sumbangan dari para donor organisasi dan perorangan. Apabila Anda tertarik untuk menyumbang ke Senang Hati, silahkan menggunakan nomor rekening bank yang ada di bawah ini – Terima Kasih

Bank BCA - Ubud
Account name : Ni Putu Suriati
Account No. : 135 020 2613
Swift Code : CENA IDJA

--------------------------------------------------------------------------------
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi senang_senanghati@yahoo.com

Sumber: http://www.idepfoundation.org/indonesia/senang_hati.html

ddd
dThumbnaild
ddd
Malam setelah ke clossing ceremony nya UWRF, besok paginya ngayah di Pura Jl. Monkey Forest (lupa nama puranya, dan ga tau juga apa judul acaranya. Kayanya siy melaspas pura baru). Lumayan juga, ga perlu pagi2 brangkat dari Denpasar, karena malamnya masih nginep di Sania.

Bangun pagi, mandi, trus minta sarapan ma Oscar, trus bersantai-santai sambil nungguin sarapan. Sarapan dateng, makan, trus berdandan. Hmmm…enak juga kalo ga perlu dandan heboh yang pake ke salon segala. Ngebayangin kalo berangkat dari Denpasar tuh harus bangun sepagi-paginya…hm…tambah deh…disante-sante in sarapan dan berdandan nya.

Bis siap semua, berangkat deh sama Kakak Tiur ke Pondok Pekak. Naruh segala barang disana, trus nungguin teman2 yang lain. Setelah lengkap, jalan kaki nerobos dari belakang lapangan, ke lokasi Pura nya.

Sampai disana, cari tempat duduk, sambil atur2, bis tempatnya sempit banget. Trus sempet ngobrol dan ketawa-tiwi, trus disuguhin snack dan minum (boleh minta the panas, apa kopi panas…secara, tamu gitu loh…kqkqkq).

Bis itu mulai dah show nya.
Hari ini, main beberapa tabuhan dan topeng panca. Paling demen deh kalo pake topeng. Bis, seru…suka pake crita2 lucu gitu. Walaupun saya ngertinya sepotong-sepotong kqkqkq. Kadang, ikutan juga ketawa kenceng2, seolah2 tau gitu…apa yang diomongin kqkqkq…ini namanya berpartisipasi. Penting nih…! Secara, grup gamelan tuh, suka dengan hal-hal yang kompak. Makanya, ketawa kompak menjadi bagian yang penting kqkqkq. Diputusi dhewe rek…!

Ya, begitulah acara ngayah hari ini. Foto-foto ini hasil jepretan kakak Tiur, yang ngedempis dipojokan sambil baca buku. Thanks ya kakak!

Hmmm…ada yang ngegganjel nih…
Dah 2 kali ini saya ikutan acara melaspas. Kalau melaspas itu, khan ada syarat2 nya yah… Biar lengkap, (kayanya), harus ada misalnya pertunjukan gamelan, tari topeng, trus wayang. Nah…yang wayang ini nih…

Wayang nya tuh wayang ala kadarnya aja (IMHO, ya). Jadi, ada dalangnya, dengan kelir sederhana terbuat dari gedebong pisang yang pinggir-pinggirnya dipasang bambu/kayu trus diikatkan tali, digunakan untuk menyangga wayangnya (sayang, ga punya fotonya). Trus, iringan nya dengan 2gamelan gender (gitu siy, kalo ga salah namanya).

Yang saya sayangkan tuh…wayang ini main nya diantara doa-doa dari Pedanda dan gamelan kami. Bayangin aja…gamelan kami main dengan sekitar 25personil paling ga. Sedangkan wayang, hanya bertiga saja. Rasanya, kesian deh…Heran juga, apa Pak Dalang ga bingung yah? Soalnya suara gamelan kami kenceng banget!

Mungkin aja, mungkin niy…wayang dan segala gamelan ini, cuma untuk syarat aja, sebagai pelengkap upacara. Kalau bikin yang gede, mungkin biayanya mahal juga. Jadinya, yah..begitulah. Wayang nya jadi kalah suara ma gamelan nya.

Sebagai pecinta wayang (cieeee….mang bener koq…) hmm… saya berasa kasian aja ma Pak Dalang dan pasukan nya, termasuk pasukan wayang nya.

ddd
dThumbnaild
ddd
Ngayah di Pura Padang Tegal – Ubud 15 November 2006


Hari ini, grup gamelan ngayah di Pura Padang Tegal Ubud. Seharusnya, gamelan ini, total yang main perempuan semua. Tapi kali ini banyak yang ga bisa datang. Jadilah, dicampur dengan laki-laki, yang ternyata jumlahnya setengah lebih dari yang perempuan. Btw, kalo laki-laki yang main gamelan, dah pasti lebih cepat dan lebih keras.

Sengaja berangkat pagian, bis latihan terakhir ga ikut, dan denger-denger sih pagi ini mo latian dikit. Daripada telat, mending datang pagian lah. Sekalian berdandan juga. Bis, kalo naik mobil pake sanggul, duduknya jadi ga enak. Sanggulnya nyangkut di sandaran kepala, nti gepeng dong…kqkqkqkq.

Sampai di depan lapangan, mulai lah pasang sanggul. Bulan lalu, waktu ke pasar Badung, nemuin tusuk konde bentuknya kepala naga. Menurut saya, kereeeennn banget! Cuma 20.000 ini, beli aja lah. Nah, hari ini kesempatan buat nyobain tusuk konde keren itu…kqkqkqkq…girang euy…

Bis dipasang, trus difoto2 sangking pingin nya ngeliat, bener2 keren ga siy..sampe Ifan, yang ambil foto ngomel-ngomel. Bis saya nya kecerewetan minta di foto nya..kqkqkq. Tapi, hm…bagus juga lah…Cuma kecil aja sih…Kalo gede, nti nakutin orang kali yah…

Sampai di Pondok Pekak, kepagian. Jam 7.30 an belum ada yang datang. Jadinya, nongkrong lah di dekat lapangan bola. Lagi ada banyak anak SD yang pada olah raga. Hari ini ujian, rupanya.

Jam 9 lewat, baru pada rame…trus berangkatlah, jalan kaki ke Pura Padang Tegal. Letaknya sih 1 blok dibelakang Pondok Pekak, tapi kalo jalan kaki…walah ternyata mayan juga…

Jalan kaki bertiga aja, yang lain pada berboncengan ke lokasi. Trus, ditengah jalan, datanglah tumpangan…saya naik bentar sih…trus turun lagi, bis kasian, ada 1 ibu yang jalan kaki. Jadinya, kami jalan berdua. Sama-sama ga tau lokasinya sih…tapi pasti nti ada yang nungguin lah di depan lokasi.

Di deket pengkolan Jl. Dewisita, ketemu warung, dan ada tape! Waduh, lagi ga bawa duit nih…mo minjem si ibu, malu juga. Masak baru sekalinya jalan bareng dah minjem duit. Terpaksa aja dimantrain tuh tape biar nti waktu pulang, masih sempet belinya. Btw, tapi di Gianyar dan Ubud, paling tooopppp! Dah. Jadi, kalo berkunjung..carilah tape, yah.. Ini tape tradisional, jadi rasanya beda deh pokoke...

Sampai di lokasi, aduh…sumuk banget…tempatnya sih teduh, tapi angin yang masuk dikit amat. Mana di di gamelan nya ga kebagian bangku, lagi. Jadi duduknya salah-salah gitu. Mana pake kain lagi…sengsara lah diriku..

Trus, mulailah main lagu pertama, entah apa judulnya…kqkqkq Bis seringan identified lagu tuh pake nomor, sih… Kebiasaan yang ga baek yah… Trus sementara main, datanglah snack time..kqkqkq. Jadi, bis lagu pertama, bisa leyeh-leyeh sambil menikmati snack. Mayan juga… Katanya, Pedande nya blum datang, jadi jangan buru-buru ngabisin stock lagu…Tapi, lama juga istirahatnya, sampek ibu yang bareng aku tadi, nanya-nanya mulu, koq ga main nih…dah pingin cepet pulang…sumuk kaleeee…Bis dia khan gemuk…kalo saya aja sumuk..apalagi dia..apalagi penari topengnya yah..yang bajunya juga dah pada pake beludru…berlapis-lapis, lagi…

Lama juga istirahatnya, trus main lagu kedua: Crucuk Bunyah aka Burung Mabuk. Mabuk beneran lah..bis main nya dah cepet, musti mukul kenceng-kenceng lagi…alamak! Sementara main, datanglah Pak Pedande, dibelakangnya iring-iringan perlengkapan upacaranya. Trus, datanglah Pak penari topeng nya, dengan 2besek perlengkapan juga. Bis, topeng nya banyak na.

Langsunglah disambung tari topeng. Pertama Topeng Keras, trus Topeng Tua, Trus dua babak topeng Bondres, terakhir Topeng Sidakarya. Dah, beres dah…acara ngayahnya. Dah boleh bubar..lega banget, bis puanassss sih…Habis ngambil jatah, nasi kotak, trus cari mobil jemputan, bertiga bareng 2ibu.

Balik lagi ke Pondok Pekak, ganti baju, trus Ifan beliin mix juice. Aduh..enak banget…panas-panas minum juice.

Oiya…jangan lupa…tape paling enak….!
Jadi, nyempetin mampir ke warung tadi. Masih ada 2 bungkus,borong aja lah. Kapan lagi nemu tape enak gini…Harganya…Rp. 2.500/bungkus ups! Biasanya nih…kalo nitip temen gamelan, harganya cuma Rp. 500/bungkus (sampe digratisin sangking murahnya). Pernah nemu di Pasar Sukawati, harganya Rp. 700/bungkus. Tapi, waktu itu saya bayar Rp. 1.000 disamping yang jualan dah nenek2, juga biar ga ribet nyari kembalian. Ga apalah…enak ini..jadi ga boleh protes..kqkqkq

Trus, pulang lah ke Denpasar.
Sampe rumah, makan siang....enak banget nasi kotaknya, pake ayam betutu!
Bis itu, makan tape....tape ini enak banget kalo beli, trus masukin kulkas, makannya besok ato 2 hari lagi...Bisa mabok juga kale...kqkqkq. Tapi bener koq...enak nya tuh lain daripada tape yang biasanya, apalgi tape Jember dari Lexy...walah,,walah...jauh...! Yang ini rasanya manis, trus rasa raginya tuh nendang banget.
Bis itu, beberes baju-baju dan membersihkan muka dari dempulan…hmmm…baru berasa nih, lengan kanan saya pegeeellll banget!. Pasti nih gara-gara terlalu bersemangat nimpukin gamelan..kqkqkq.
Jadinya, tidur2an dulu lah…Mayan, dapat 1 jam tidur (kayanya lebih deh..), koq bangun nya dah enakan.
Baru deh..mulai bekarjo kembali…

Btw, foto2nya Cuma dikit nih..bis ga punya tukang foto sih.. Kalo main gamelan sambil foto, ga enak juga ma yang lain…

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help